Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Strategi KADIN 2025: Bamsoet Tekankan Peran Bisnis dalam Membuka Jutaan Lapangan Kerja

2025-12-02 | 09:02 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T02:02:06Z
Ruang Iklan

Strategi KADIN 2025: Bamsoet Tekankan Peran Bisnis dalam Membuka Jutaan Lapangan Kerja

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tahun 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 1 Desember 2025, menjadi sorotan utama dengan desakan kuat dari Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Keamanan, dan Pertahanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo, agar dunia usaha menjadi motor penggerak utama penciptaan lapangan kerja. Acara yang mengusung tema "Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Indonesia" ini menegaskan kembali komitmen Kadin sebagai mitra strategis pemerintah.

Dalam pidatonya, Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, menekankan bahwa lapangan kerja adalah fondasi kesejahteraan, daya beli masyarakat, dan stabilitas nasional. Ia meyakini bahwa prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan tetap kuat, ditopang oleh stabilitas makroekonomi, arus investasi, serta perluasan basis industri dan hilirisasi. Namun, Bamsoet juga mengingatkan akan perlunya kewaspadaan terhadap tantangan global seperti gejolak geopolitik, perubahan arah kebijakan moneter negara maju, volatilitas komoditas, serta perlambatan ekonomi mitra dagang.

Bamsoet menegaskan pentingnya kolaborasi besar antara dunia usaha, pemerintah, sektor keuangan, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, berpenghasilan layak, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. Kadin, sebagai organisasi yang menaungi dunia usaha, diharapkan mampu menghubungkan pelaku usaha besar, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), lembaga pembiayaan, hingga pemerintah daerah agar penciptaan lapangan kerja berjalan sistematis.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, Bamsoet menyatakan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada level 4,85 persen, menunjukkan penurunan dari periode sebelumnya. Jumlah penduduk bekerja mencapai 146,54 juta orang, meningkat sekitar 1,90 juta dibandingkan Agustus 2024.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, turut menegaskan bahwa Rapimnas 2025 merupakan momentum evaluasi kinerja setahun terakhir dan penyusunan rencana strategis untuk tahun mendatang. Anindya mengajak seluruh pelaku usaha untuk menyebarkan optimisme di tengah berbagai tantangan global dan domestik, dengan fokus utama pada perluasan lapangan kerja guna mencapai target pertumbuhan ekonomi antara lima hingga delapan persen. Ia juga menjelaskan bahwa format Rapimnas tahun ini diubah menjadi pendekatan bottom-up, di mana keputusan dan rekomendasi dihimpun terlebih dahulu dari daerah dan sektor-sektor usaha agar lebih representatif dan berbasis kebutuhan. Selain itu, penciptaan pengusaha baru dan perbaikan iklim usaha melalui kemudahan berbisnis (ease of doing business) juga menjadi agenda penting yang akan didorong.

Rapimnas Kadin 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Kadin sendiri telah mengusulkan lima strategi prioritas untuk dibahas dalam Rapimnas, di mana rekomendasi pertama berfokus pada penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia pada November 2025, Bamsoet juga telah menyampaikan rencana Kadin untuk menyiapkan roadmap perubahan regulasi guna memperbarui Undang-Undang Kadin Nomor 1 Tahun 1987. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat kembali posisi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah, yang dinilai penting dalam proses pengambilan kebijakan ekonomi.