:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441469/original/023998200_1765509702-resbob.jpg)
Polda Jawa Barat telah memulai penyelidikan terhadap YouTuber Adimas Firdaus, yang dikenal dengan nama Resbob, menyusul dugaan penghinaan terhadap warga Sunda dan suporter Persib Bandung, Viking, dalam sebuah siaran langsung di media sosial. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan profiling terhadap akun pelaku dan memulai penyelidikan.
Kontroversi ini mencuat setelah potongan video siaran langsung Resbob menjadi viral sekitar tanggal 11 Desember 2025. Dalam video tersebut, Resbob terlihat sedang menyetir mobil dan melontarkan kata-kata kasar yang menyinggung suku Sunda dan suporter Viking, dengan ucapan seperti "Viking anj", "Bonex Viking sama saja, tapi yang anj hanya Viking", dan "Semua orang Sunda anj*". Pernyataan ini sontak memicu kemarahan luas dari masyarakat, khususnya warga Sunda dan pendukung Persib.
Akibat insiden ini, Resbob telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Seorang advokat bernama Piar Pratama mengajukan laporan ke Polres Kota Bandung pada tanggal 10 Desember 2025. Selain itu, Viking Persib Club (VPC) juga turut melaporkan Resbob ke Polda Jabar. Laporan-laporan tersebut mendasarkan pada dugaan penghinaan dan ujaran kebencian di ruang digital, sesuai dengan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dengan sanksi pidana yang tercantum dalam Pasal 45 ayat (3) serta Pasal 45A ayat (2) UU ITE.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan kegeramannya atas ucapan Resbob dan mendesak kepolisian untuk segera memproses serta menangkap pelaku karena dianggap telah menyebarkan ujaran kebencian berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Komedian Sule, yang juga berdarah Sunda, turut menyampaikan kemarahan atas video tersebut, menegaskan bahwa ujaran rasis tidak dapat ditoleransi.
Menanggapi gelombang kecaman, Adimas Firdaus atau Resbob melalui akun Instagramnya (@adimasfirdauss) telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Ia mengklaim tidak sadar sepenuhnya saat mengucapkan kata-kata tersebut, dengan alasan berada di bawah pengaruh alkohol. Resbob juga membantah memiliki kebencian terhadap suku Sunda, dengan menyatakan bahwa dirinya dibesarkan oleh ibu sambung dan dibimbing oleh seorang kiai yang keduanya berasal dari suku Sunda. Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, banyak warganet yang menyatakan enggan memaafkan dan berharap proses hukum tetap berjalan.