Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Investasi APBN Rp 125 Miliar Resmi Bangun Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo

2025-12-12 | 17:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-12T10:40:26Z
Ruang Iklan

Investasi APBN Rp 125 Miliar Resmi Bangun Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo

Pembangunan ulang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, telah resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Kamis, 11 Desember 2025. Proyek rekonstruksi ini menelan biaya sebesar Rp 125,3 miliar, yang sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025-2026.

Acara groundbreaking dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo Subandi dan Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdus Salam Mujib. Pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah menyusul tragedi ambruknya bangunan pesantren pada Senin, 29 September 2025, yang menyebabkan 63 santri meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Bangunan baru Ponpes Al Khoziny akan berdiri di atas lahan seluas 4.100 meter persegi (beberapa sumber menyebut 3.700 meter persegi) di Jalan Raya Siwalan Panji II, Buduran, Sidoarjo, lokasi yang tidak jauh dari kompleks pesantren lama. Rencananya, kompleks baru ini akan mencakup asrama dan ruang pendidikan setinggi 5 lantai, serta sebuah masjid megah setinggi 4 lantai yang akan menjadi pusat ibadah dan kegiatan spiritual. Proyek ini ditargetkan selesai dalam 210 hari kalender, atau sekitar bulan Juli 2026. Beberapa sumber lain menyebut Juni 2026 sebagai target penyelesaian. Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada kontraktor yang ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Muhaimin Iskandar menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Ponpes Al Khoziny pasca musibah, dan memerintahkan langkah cepat untuk memastikan pembangunan pesantren berjalan maksimal. Cak Imin juga menyampaikan bahwa peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat gotong royong dalam memajukan sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Ia berharap pembangunan ini dapat menjadi pengingat bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk bersama-sama mengevaluasi dan meningkatkan sarana prasarana pesantren demi keamanan dan kenyamanan para santri. Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menilai pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan pesantren di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) juga menyerahkan dua sertifikat tanah atas nama Yayasan Al Khoziny, guna memastikan status hukum tanah wakaf dan memberikan perlindungan aset keagamaan untuk fasilitas pendidikan. Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, menyampaikan terima kasih dan menegaskan bahwa pesantren sejak dulu berperan besar dalam perjuangan bangsa dan terus mencetak generasi ulama serta pemimpin umat. Ponpes Al Khoziny sendiri merupakan salah satu pesantren tertua di Jawa Timur, yang didirikan pada tahun 1905 oleh KH Khoziny bin Abdul Hamid (atau KH Raden Khozin Khoiruddin), dan dikenal sebagai Pesantren Buduran.