:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429454/original/097519700_1764587664-IMG_3978.jpeg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang baru, Uus Kuswanto, telah berjalan panjang, tidak mendadak, dan tanpa melibatkan lobi-lobi politik. Penegasan ini disampaikan Pramono di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin, 1 Desember 2025, menyusul penetapan Uus Kuswanto sebagai Sekda.
Menurut Pramono, proses seleksi dilakukan secara terstruktur melalui kombinasi seleksi terbuka dan manajemen talenta. Awalnya terdapat sepuluh kandidat yang kemudian disaring menjadi tiga nama sebelum akhirnya mengerucut pada Uus Kuswanto. Gubernur Pramono menjelaskan bahwa ia sengaja menginginkan proses tersebut tidak terlalu "heboh" demi memastikan fokus utama tetap pada pemilihan sosok terbaik untuk jabatan tersebut.
Pramono juga menepis anggapan bahwa penunjukan Uus Kuswanto dilakukan secara mendadak. Ia menekankan bahwa pemilihan Uus didasarkan pada rekam jejak yang kuat serta kebutuhan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan seorang administrator yang ulung dan kuat. Bahkan, Pramono menyatakan bahwa tidak ada lobi yang memengaruhi keputusan penunjukan Uus Kuswanto, dan ia mengaku baru bertemu kembali dengan Uus setelah pelantikan berlangsung.
Sebelumnya, Uus Kuswanto menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Barat. Gubernur Pramono Anung optimistis Uus Kuswanto akan mampu bekerja sama dengan dirinya dan Wakil Gubernur, Rano Karno, untuk mewujudkan Jakarta yang lebih nyaman, aman, maju, dan dikenal lebih mendunia sebagai kota global. Mantan Sekda Jakarta, Marullah Matali, juga turut menyampaikan pesan dan harapannya agar Uus dapat mendampingi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam memimpin Jakarta ke depannya.