:strip_icc()/kly-media-production/medias/5444143/original/053012100_1765772405-1.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kerugian yang dialami para pedagang akibat kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati akan ditanggung oleh asuransi. Pernyataan ini disampaikan Pramono Anung menyusul insiden kebakaran yang melanda ratusan kios di pasar tersebut pada Senin, 15 Desember 2025 pagi.
Menurut Pramono, informasi mengenai pertanggungan asuransi ini diperolehnya setelah menerima laporan dari Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan. Asuransi tersebut mencakup kerugian atas barang dagangan para pedagang yang hangus terbakar. Namun, ia belum dapat memastikan apakah uang tunai milik pedagang yang turut terbakar juga termasuk dalam cakupan pertanggungan asuransi tersebut.
Kebakaran terjadi di Los C2 Pasar Induk Kramat Jati, yang mayoritas menjual buah-buahan seperti pisang dan pepaya. Sebanyak sekitar 350 kios pedagang buah hangus dilalap si jago merah. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 07.24 WIB, dan tim pemadam kebakaran tiba di lokasi pukul 07.29 WIB. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 08.06 WIB dan proses pendinginan dimulai pukul 08.20 WIB, dengan api padam sepenuhnya pada pukul 10.50 WIB. Dugaan awal penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun beberapa laporan menyebutkan kemungkinan berasal dari korsleting listrik atau dari salah satu toko plastik.
Menanggapi kekhawatiran akan dampak kebakaran terhadap pasokan dan harga pangan, Pramono Anung menegaskan bahwa stok komoditas, khususnya buah-buahan, di Jakarta masih aman dan berlebih. Oleh karena itu, ia memastikan tidak akan terjadi kenaikan harga, khususnya untuk pepaya maupun pisang, sebagai akibat dari insiden ini.
Selain pertanggungan asuransi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan memberikan bantuan kepada para pedagang yang terdampak. Perumda Pasar Jaya juga bergerak cepat dengan menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang yang kiosnya terbakar, dengan target pembangunan rampung dalam pekan ini agar pedagang dapat kembali beraktivitas.