:strip_icc()/kly-media-production/medias/5409699/original/061342300_1762869484-1000384668.jpg)
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad seorang kakek yang sebelumnya dilaporkan tercebur ke Sungai Brantas di Kabupaten Kediri. Korban, Sihman (74), warga Desa/Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sungai sejauh sekitar 35 kilometer dari lokasi awal tenggelamnya.
Peristiwa nahas ini bermula pada Minggu, 9 November 2025, ketika Sihman tercebur ke Sungai Brantas di lokasi penyeberangan perahu di Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Berdasarkan rekaman CCTV, Sihman yang saat itu mengendarai sepeda angin, mengalami rem blong saat melaju menurun menuju dermaga penyeberangan. Sepeda yang tidak terkendali membuatnya meluncur melewati ujung dermaga dan jatuh ke sungai. Warga yang menyaksikan sempat berteriak untuk memperingatkan, namun korban tidak dapat menghentikan laju sepedanya dan langsung terseret arus deras sungai.
Setelah pencarian intensif selama tiga hari, jasad Sihman ditemukan pada Selasa, 11 November 2025. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan menemukan korban di area yang berjarak sekitar 35 kilometer dari titik awal insiden. Lokasi penemuan jasad dilaporkan berada di perbatasan Kediri-Nganjuk, masuk wilayah hukum Polsek Purwoasri.
Dalam operasi pencarian, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek yang bergabung dengan unsur-unsur SAR lainnya, termasuk BPBD Kabupaten Kediri dan relawan. Sebanyak dua SRU (Search and Rescue Unit) air dikerahkan untuk melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, menyusuri sungai sejauh sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian. Tim fokus pada sisi kanan dan kiri aliran Sungai Brantas, melakukan manuver zigzag dan memutar untuk menciptakan gelombang air yang diharapkan dapat membantu mengangkat korban ke permukaan. Pencarian sempat terkendala oleh derasnya arus sungai dan kondisi air yang keruh.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke darat dan dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk penanganan lebih lanjut oleh petugas berwenang, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban telah mengidentifikasi jasad tersebut berdasarkan ciri-ciri fisik.