Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Muswil PKB Sulsel Gempar: Dugaan Perselingkuhan Kader Panaskan Suasana

2025-12-08 | 20:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-08T13:55:07Z
Ruang Iklan

Muswil PKB Sulsel Gempar: Dugaan Perselingkuhan Kader Panaskan Suasana

Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar pada Senin, 8 Desember 2025, diwarnai kericuhan. Kegiatan resmi partai tersebut seketika riuh dengan hadirnya puluhan warga yang mengatasnamakan diri Gerakan Rakyat Turatea.

Massa aksi tersebut datang untuk menuntut DPW PKB Sulawesi Selatan segera mencopot dan memecat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Muhammad Basir, dari jabatannya. Tuntutan ini disuarakan menyusul dugaan perselingkuhan Muhammad Basir, yang merupakan kader PKB, dengan anggota DPRD Takalar dari Fraksi PKB bernama Sri Reski Wulandari.

Jenderal Lapangan aksi, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa dugaan perselingkuhan tersebut bukanlah isu tanpa dasar. Menurut Rahmat, ada pengakuan langsung dari pihak yang bersangkutan serta keterangan dari mantan suami Sri Reski Wulandari, Herman, seorang pelaut, yang merasa dirugikan. Rahmat menegaskan bahwa dugaan hubungan terlarang itu terjadi saat Sri Reski Wulandari masih berstatus sebagai istri sah Herman. Herman disebut terkejut saat kembali dari pelayaran dan mendapati istrinya dalam kondisi hamil. Sri Reski Wulandari sendiri, menurut Rahmat, mengakui telah menikah siri dan hamil, yang disampaikan langsung kepada suaminya.

Dalam aksinya, massa mendesak DPW PKB Sulawesi Selatan untuk segera berkoordinasi dengan DPC PKB Kabupaten Jeneponto guna menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan. Mereka menuntut sanksi tegas berupa pencabutan status kader dan rekomendasi pemberhentian jabatan di DPRD terhadap Muhammad Basir. Selain itu, massa juga meminta Badan Kehormatan DPRD, baik di Jeneponto maupun Takalar, untuk segera menggelar sidang kode etik guna mengusut tuntas dugaan pelanggaran moral tersebut.

Terlepas dari insiden tersebut, Muswil PKB Sulawesi Selatan tetap melanjutkan agenda utamanya. Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang mewakili Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, membuka secara resmi Muswil tersebut. Muswil ini diagendakan berlangsung selama dua hari hingga Selasa, 9 Desember 2025, dan menjadi forum strategis untuk pemilihan Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan yang baru. Dalam arahannya, Cucun menegaskan bahwa Muswil merupakan amanat Muktamar yang wajib digelar setiap lima tahun untuk memastikan periodisasi kepengurusan berjalan sesuai aturan. Azhar Arsyad, Ketua PKB Sulawesi Selatan petahana, disebut masih menjadi kandidat terkuat untuk melanjutkan kepemimpinannya, dengan mayoritas kader menginginkan dirinya kembali menakhodai partai. Cucun menyebut bahwa seluruh usulan nama akan dibawa ke DPP.

Sekretaris DPW PKB Sulawesi Selatan, Muhammad Haekal, menjelaskan bahwa Muswil telah menetapkan lima nama sebagai calon Ketua Dewan Tanfidz yang akan diusulkan ke DPP PKB. Kelima nama tersebut adalah Haji Azhar Arsyad, Syamsul Rizal, Fadila Fahriani, Sulfiqar Limolang, dan Muhammad Haekal sendiri. Penetapan ini merupakan mandat dari tata tertib Muswil yang mengharuskan minimal tiga dan maksimal lima kandidat untuk diteruskan ke pengurus pusat. DPP PKB nantinya akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan untuk menetapkan Ketua Dewan Tanfidz.