Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pontianak Diterjang Banjir, Puluhan Warga Dievakuasi dari Permukiman

2025-12-08 | 21:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-08T14:01:32Z
Ruang Iklan

Pontianak Diterjang Banjir, Puluhan Warga Dievakuasi dari Permukiman

Banjir rob melanda sejumlah permukiman warga di Kota Pontianak pada Senin, 8 Desember 2025, mengakibatkan puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, telah menetapkan status Siaga 1 menyusul peningkatan ketinggian air yang signifikan di berbagai kawasan kota.

Sebanyak 21 warga dari Pontianak Barat, yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia yang sakit, telah dievakuasi. Enam warga di antaranya ditampung di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, sementara 15 lainnya diungsikan ke Masjid Al Amin Jeruju. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono secara langsung memantau proses evakuasi dan memastikan prioritas utama adalah keselamatan jiwa warga, terutama kelompok rentan.

Fenomena banjir ini disebabkan oleh kombinasi air pasang laut maksimum atau banjir rob, diperparah oleh hembusan angin kencang yang menahan aliran air menuju muara Sungai Kapuas dan Sungai Landak, serta curah hujan dengan intensitas tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Pontianak menjelaskan bahwa fenomena bulan purnama yang bertepatan dengan kondisi perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) menjadi pemicu kenaikan tinggi muka air laut. Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai 50 hingga 80 sentimeter, bahkan setinggi paha orang dewasa di permukiman dataran rendah. Di Pelabuhan Dwikora Pontianak, ketinggian air terpantau mencapai 2,7 meter.

Sejumlah wilayah yang terdampak parah antara lain Jalan Alpukat Indah atau kawasan Yuka di Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, serta gang-gang di Sungai Jawi Dalam. Banjir juga melanda kawasan Sungai Ambawang, Ampera Raya, Pontianak Timur, Pontianak Utara, hingga beberapa ruas jalan protokol seperti Jalan Kom Yos Sudarso dan Jalan Barito. Dampaknya, lalu lintas di beberapa ruas jalan utama tersendat, banyak kendaraan roda dua mengalami mogok, dan aktivitas harian warga terganggu. Bahkan, Kantor RRI Pontianak turut terendam, menggenangi halaman dan beberapa ruangan penting.

Pemerintah Kota Pontianak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama PMI, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, telah bergerak untuk memantau kondisi lapangan dan memberikan dukungan logistik berupa makanan untuk kebutuhan tiga hingga lima hari ke depan. Posko penanganan bencana di tingkat kecamatan juga telah diaktifkan. Prakiraan BMKG menunjukkan puncak air pasang tertinggi diperkirakan akan berlangsung hingga 10 Desember 2025, dan akan mulai surut secara bertahap pada 11 Desember 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir pesisir dan cuaca ekstrem hingga 12 Desember 2025. Untuk mengantisipasi penambahan pengungsi, Pemkot Pontianak juga telah menyiapkan lokasi evakuasi tambahan, termasuk Rusunawa Nipah Kuning dan aula kecamatan di wilayah timur dan utara.