Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kronologi Tragis: Petani di Luwu Timur Tewas Dililit Piton Raksasa

2025-12-01 | 04:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T21:51:51Z
Ruang Iklan

Kronologi Tragis: Petani di Luwu Timur Tewas Dililit Piton Raksasa

Seorang petani berusia 57 tahun di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah dililit seekor ular piton raksasa saat dalam perjalanan pulang dari kebunnya pada Sabtu, 29 November 2025. Korban diketahui bernama Nurdin, yang juga akrab disapa Pak Anto.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 13.00 WITA di Desa Buangin, Kecamatan Towuti. Saat itu, Nurdin sedang berboncengan dengan istrinya, Fatmah (54), menggunakan sepeda motor seusai berkebun merica. Mereka melintasi jalan setapak yang rimbun dan dipenuhi semak belukar.

Secara tiba-tiba, seekor ular piton berukuran sekitar 6 hingga 7 meter muncul dari semak-semak dan langsung menyerang Nurdin dengan menggigit kakinya. Akibat serangan mendadak tersebut, Nurdin dan istrinya terjatuh dari sepeda motor. Nurdin tertindih sepeda motornya dan seketika itu pula ular piton tersebut melilit bagian perutnya dengan sangat kuat.

Fatmah yang menyaksikan kejadian mengerikan tersebut berusaha menarik suaminya dari lilitan ular, namun kekuatannya tidak sebanding dengan reptil raksasa itu. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan, hingga warga sekitar berdatangan ke lokasi. Warga yang tiba di tempat kejadian segera berupaya membantu dengan menggunakan parang.

Setelah berjuang keras dan menebas ular piton tersebut berkali-kali hingga mati, lilitan ular akhirnya berhasil dilepaskan. Namun, nyawa Nurdin tidak dapat diselamatkan. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa akibat lilitan ular yang terlalu kuat.

Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh Taufik, membenarkan insiden ini. Nurdin diketahui bukan warga asli Desa Buangin, melainkan warga Kabupaten Wajo yang datang untuk berkebun dan tinggal sementara di Dusun Garkin. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke kampung halamannya di Siwa, Kabupaten Wajo, untuk dimakamkan. Lokasi kejadian disebutkan sebagai perkebunan yang diapit hutan dan semak belukar yang rimbun, sekitar 2 kilometer dari rumah sementara korban. Warga setempat kerap menemukan ular piton di area tersebut, namun baru kali ini terjadi serangan yang menyebabkan kematian.