:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442093/original/002966600_1765527016-Jembatan_Darurat_di_Aceh.jpg)
Jembatan darurat di Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kini telah rampung dan mulai membuka kembali akses transportasi vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Nagan Raya. Jalur ini, yang sebelumnya terputus akibat bencana hidrometeorologi, kini dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.
Menurut Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, jembatan sementara di Beutong Ateuh Banggalang tersebut sudah bisa diakses oleh sepeda motor mulai Jumat, 12 Desember 2025. Pembangunan jembatan darurat ini merupakan inisiatif dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh sebagai solusi cepat untuk memulihkan konektivitas, sembari menunggu perbaikan jembatan utama yang rusak parah.
Sebelumnya, jembatan utama di Beutong Ateuh Banggalang putus total diterjang banjir bandang dan longsor, mengakibatkan isolasi bagi masyarakat di beberapa wilayah dan melumpuhkan transportasi antara kedua kabupaten. Jembatan ini adalah penghubung krusial bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Dengan dibukanya akses jembatan darurat ini, masyarakat dari Aceh Tengah kini dapat kembali berniaga ke Nagan Raya dan Meulaboh, Aceh Barat. Murthalamuddin menyebutkan bahwa banyak warga Aceh Tengah yang menjual cabai dan membeli bahan makanan seperti beras di Nagan Raya dan Meulaboh sebelum kembali ke Takengon. Meskipun akses masih terbatas untuk kendaraan roda dua, pemulihan ini sangat membantu mobilitas warga dan distribusi logistik di daerah terdampak.