Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ancaman Cuaca Ekstrem NTB: BMKG Soroti Bibit Siklon Tropis 93S

2025-12-12 | 17:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-12T10:53:09Z
Ruang Iklan

Ancaman Cuaca Ekstrem NTB: BMKG Soroti Bibit Siklon Tropis 93S

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah. Bibit siklon ini terdeteksi terbentuk pada tanggal 11 Desember 2025, pukul 07.00 WIB atau 08.00 Wita.

Meskipun sistem ini diprakirakan bergerak perlahan ke arah barat hingga barat daya, menjauhi wilayah Indonesia, dampaknya secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem di Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian Jawa Timur.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dampak yang dapat terjadi meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, potensi gelombang tinggi kategori sedang, yaitu antara 1,25 hingga 2,5 meter, diperkirakan akan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Alas bagian selatan. Peringatan dini cuaca ini diinformasikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Praya, dengan prakirawan M Andre Jersey yang mengonfirmasi adanya bibit siklon tropis 93S.

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG, Miming Saepudin, menambahkan bahwa bibit siklon tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan gelombang frekuensi rendah di sekitar sistem, suhu permukaan laut yang cukup hangat (28-29 derajat Celcius), serta wind shear yang lemah. Namun, peluang bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan masih dalam kategori rendah, disebabkan oleh kelembaban udara yang cukup kering di lapisan 500-200 hPa dan konvergensi serta divergensi yang masih lemah.

BMKG juga secara nasional telah memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan. Pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, bahkan menyebutkan bahwa bibit siklon ini berpotensi menjadi "Senyar" berikutnya untuk wilayah timur, khususnya NTT, dengan risiko puncak diperkirakan terjadi antara 11 hingga 20 Desember 2025, dan dapat berlanjut hingga awal Januari 2026.

Menanggapi kondisi ini, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan memastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa dalam 24 jam ke depan, intensitas bibit siklon 93S cenderung persisten dengan pergerakan perlahan menjauhi Indonesia, namun dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap diwaspadai. Masyarakat yang bermukim di pesisir dan wilayah rawan banjir atau longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Untuk Bali, Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat.