Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jatim Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, KAMURA Siapkan Fondasi Akademik

2025-12-02 | 08:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T01:34:23Z
Ruang Iklan

Jatim Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, KAMURA Siapkan Fondasi Akademik

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Komunitas Muda Madura (KAMURA) dalam menyusun Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. Inisiatif ini dipandang sebagai terobosan strategis untuk mendorong perekonomian Madura dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Iwan, yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyambut positif penyusunan naskah akademik tersebut. Iwan berharap KEK Tembakau Madura, yang merupakan aspirasi para petani, dapat segera terwujud. Ia menekankan bahwa pengembangan sentra industri hasil tembakau di Madura merupakan langkah krusial untuk memperkuat struktur industri komoditas tembakau melalui konsentrasi kegiatan industri. Keberadaan KEK Tembakau diyakini akan membangkitkan perekonomian masyarakat lokal dan berpotensi menarik pelaku usaha serta menumbuhkan berbagai sektor pendukung.

Senada dengan itu, Kepala Bakorwil IV, Sufi Agustini, mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Agustini menyebut KEK Tembakau sebagai peluang terbesar bagi Madura untuk mengoptimalkan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian dan industri pengolahan. Ia optimistis KEK Tembakau akan menjadi motor baru ekonomi Madura. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Madura saat ini masih sangat bergantung pada sektor primer, dengan pertanian menyumbang 30,41 persen, perdagangan 17,47 persen, serta pertambangan dan penggalian 13,48 persen. Dengan kontribusi pertanian Madura yang mencapai 10,93 persen terhadap ekonomi Jawa Timur, Pemprov menilai potensi Madura sangat strategis.

Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura oleh KAMURA telah melibatkan serangkaian seminar dan Focus Group Discussion (FGD) di berbagai wilayah, termasuk Surabaya, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan pemerintah provinsi, anggota DPR RI, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas peluang industrialisasi Madura melalui KEK Tembakau. Tim perumus naskah akademik KAMURA, Adi Prayitno, menyatakan bahwa gagasan KEK Tembakau lahir dari realitas sosial dan ekonomi masyarakat Madura yang menggantungkan hidup pada tembakau. Riset lapangan KAMURA menunjukkan bahwa KEK Tembakau menjadi harapan baru bagi kesejahteraan petani.

Seluruh kepala daerah di empat kabupaten Madura juga mendukung penuh inisiatif KEK Tembakau ini. Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap gagasan pembentukan KEK Tembakau di Madura. Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Prof. Achsanul Qosasi, menilai Madura sangat layak menjadi KEK Tembakau karena merupakan produsen tembakau terbesar secara nasional dan mayoritas penduduknya adalah petani tembakau. Gagasan KEK Tembakau ini juga selaras dengan salah satu program prioritas atau Astacita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yaitu meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur. KEK Tembakau diharapkan menjadi solusi atas keluhan masyarakat terkait harga tembakau yang tidak berpihak kepada petani.