Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jatim Darurat Kriminalitas Jelang Nataru 2026, Polisi Bentuk Satgas Berantas Premanisme

2025-12-10 | 15:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-10T08:35:15Z
Ruang Iklan

Jatim Darurat Kriminalitas Jelang Nataru 2026, Polisi Bentuk Satgas Berantas Premanisme

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Premanisme menyusul lonjakan angka kejahatan yang signifikan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pembentukan satgas ini ditandai dengan apel di Mapolda Jatim pada Rabu, 10 Desember 2025.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengungkapkan bahwa tren kejahatan sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan sebesar 7,66 persen. Data evaluasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) periode akhir Oktober hingga awal November 2025 juga mencatat lonjakan kasus penyalahgunaan senjata tajam, senjata tumpul, dan senjata api yang sangat mengkhawatirkan, mencapai 175 persen.

Irjen Nanang Avianto menegaskan bahwa pembentukan Satgas Premanisme merupakan langkah antisipatif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas dan menjaga stabilitas keamanan, terutama menjelang Operasi Lilin Semeru 2025 yang akan berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. "Kita tidak ingin masyarakat Jawa Timur hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat ulah oknum yang memaksakan kehendak," tegas Kapolda Jatim dalam sambutannya.

Satgas Premanisme akan berfokus pada tujuh sasaran prioritas. Tujuh sasaran tersebut meliputi pemerasan dan pemalakan di pasar, terminal, serta ruang publik; penagih utang (debt collector) ilegal yang melakukan intimidasi dan kekerasan; praktik pungutan liar (pungli) yang menghambat ekonomi masyarakat; preman penganiayaan yang beraksi secara individual; preman pengeroyokan berbasis kelompok; kekerasan terkait oknum perguruan pencak silat, termasuk fanatisme negatif yang berujung kriminal; serta aktivitas gangster jalanan yang membawa senjata tajam dan memicu tawuran.

Kapolda Jatim menginstruksikan seluruh personel Satgas untuk bekerja dengan cepat, agresif, namun tetap terukur dan humanis. Patroli akan ditingkatkan pada jam-jam rawan, mulai dari malam hari hingga dini hari, berdasarkan peta kerawanan kejahatan. "Kita harus bekerja dengan ikhlas, tegas, dan humanis. Kita pastikan Jawa Timur tetap aman dan nyaman dalam bingkai Jogo Jawa Timur," ujar Irjen Nanang Avianto. Pembentukan satgas ini diharapkan mampu memperkuat respons cepat terhadap laporan masyarakat dan meningkatkan kehadiran polisi di ruang publik untuk menciptakan kondisi yang stabil dan kondusif bagi masyarakat.