Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Indonesia: Jantung Wellness Tourism Budaya Dunia

2025-12-01 | 18:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T11:25:06Z
Ruang Iklan

Indonesia: Jantung Wellness Tourism Budaya Dunia

Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai destinasi utama wellness tourism berbasis budaya, dengan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi pilar penting dalam pengembangan sektor ini. Tren pariwisata global yang bergeser ke arah pengalaman pemulihan diri dan kesehatan holistik, terutama di kalangan generasi muda, menjadikan kekayaan tradisi Nusantara sebagai daya tarik utama.

Sepanjang November 2025, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menghelat "Wonderful Indonesia Wellness 2025" (WIW 2025) di Solo, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan bahwa festival ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menghadirkan metode penyembuhan autentik yang berakar pada tradisi lokal. WIW 2025 berhasil menarik ribuan pengunjung dan melibatkan lebih dari 750 pelaku wellness, 140 pekerja seni, serta sekitar 900 pekerja event organizer.

Yogyakarta khususnya, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi utama wellness tourism di Indonesia, dengan memanfaatkan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keberagaman layanan wellness yang ada. Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintah, dan Politik, Sukamto, menyatakan optimisme terhadap perluasan kolaborasi dengan dukungan Kemenparekraf untuk menjadikan Yogyakarta siap menyambut peluang ini. Filosofi hidup Jawa yang mengedepankan harmoni antara raga, rasa, dan jiwa (trikon, sangkan paraning dumadi, dan tata titi tentreming urip) menjadikan nilai wellness di Yogyakarta bersifat holistik dan soul-based, menawarkan diferensiasi yang kuat dari destinasi wellness modern.

Salah satu elemen budaya yang dikukuhkan adalah "Budaya Sehat Jamu" atau Jamu Wellness Culture yang telah resmi diinskripsi sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO pada Desember 2023. Di Yogyakarta, tempat-tempat seperti Jamu Ginggang yang telah beroperasi sejak tahun 1950, dan Omah Jamu Jeng Ratu, menawarkan pengalaman menikmati dan bahkan belajar meracik jamu tradisional. Bagian dari Royal Surakarta Wellness Festival juga memikat pengunjung melalui "Javanese Secret Recipe" yang mengintegrasikan resep-resep tradisional.

Selain jamu, spa dan pijat tradisional Jawa menjadi daya tarik kuat lainnya. Griya Bianti di Yogyakarta menawarkan eco pounding dan spa berbasis filosofi Jawa. Wellness Tourism Sidorejo di Kulon Progo menghadirkan konsep spa berbasis lingkungan dan masyarakat, dengan ritual personal yang disesuaikan berdasarkan sistem penanggalan Jawa (wuku) dan pijat tradisional menggunakan rempah dari kitab Pawukon Kiai Jotirto. Taman Sari Royal Heritage Spa, yang terinspirasi dari Istana Air Taman Sari di Yogyakarta, telah lama menjadi pilihan wisatawan dengan produk berbahan alami khas Indonesia.

Aspek spiritualitas dan seni juga terintegrasi dalam penawaran wellness. Festival WIW 2025 di Surakarta menampilkan program seperti Javanese Wisdom Immersion, Gending for Therapy (musik Jawa untuk terapi), Royal Dance Symphony, dan A Holy Journey, yang memadukan seni, filosofi, dan kearifan lokal dalam pendekatan penyembuhan tradisional. Menteri Widiyanti Putri Wardhana bahkan menyebut "sound healing" dengan gamelan dapat menenangkan jiwa dan belajar menari Jawa bersifat terapeutik.

Kemenparekraf juga gencar mempromosikan potensi wellness tourism Jawa Tengah dan DIY ke pasar internasional, seperti melalui kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) bertajuk "Mindful Indonesia: Culture, Calm, and Connection" yang menyasar travel agent dan tour operator dari Singapura pada November 2025. Upaya ini tidak hanya untuk memperkuat citra Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama dalam penyusunan paket wisata baru yang mengedepankan pengalaman wellness.

Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara untuk nilai ekonomi wellness pada tahun 2023, dengan estimasi industri sekitar 56 miliar dolar AS, dan merupakan pasar wellness dengan pertumbuhan tercepat ketiga di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini didukung oleh kesadaran kesehatan yang meningkat pasca-pandemi dan preferensi wisatawan modern yang mencari pengalaman mendalam yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyegarkan tubuh, pikiran, dan jiwa. Potensi wellness tourism ini diproyeksikan akan terus tumbuh signifikan, dengan nilai global yang diperkirakan mencapai 1,6 triliun dolar AS pada tahun 2030. Pengembangan sektor ini diharapkan dapat terus memberdayakan masyarakat lokal dan menjaga kelestarian budaya serta alam di Jawa Tengah dan Yogyakarta.