:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429317/original/031208600_1764580853-angin_puting_beliung_di_Bandung.jpg)
Angin puting beliung menerjang Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Minggu, 30 November 2025, sekitar pukul 13.20 hingga 13.45 WIB, menyebabkan kerusakan pada 33 rumah warga. Fenomena alam yang berlangsung singkat, diperkirakan hanya sekitar lima menit, ini terjadi meskipun kondisi cuaca tidak tergolong ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung melaporkan, sebagian besar kerusakan terfokus pada bagian atap rumah, di mana asbes dan material bangunan lainnya berjatuhan atau terlepas akibat hembusan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan bahwa timnya menerima laporan kejadian pada pukul 13.45 WIB dan segera melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Berdasarkan pendataan awal, 33 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi dari ringan hingga berat. Lokasi terdampak paling parah berada di RT 01 dan RT 02 RW 04 dengan 23 rumah rusak. Selain itu, sembilan rumah rusak terdata di RT 06 hingga RT 08 RW 03, dan satu rumah di RT 02 RW 15 juga mengalami kerusakan sedang setelah tertimpa panel menara.
Camat Coblong, Krinda Hamidipradja, mengonfirmasi durasi singkat kejadian tersebut, meskipun angin yang berputar sangat besar, namun hujannya tidak terlalu deras. Syukurlah, tidak ada laporan mengenai korban jiwa, korban luka, maupun warga yang mengungsi akibat insiden ini.
Pemerintah Kota Bandung melalui BPBD, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskarmat), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta OPD terkait, bersama aparat kewilayahan, TNI/Polri, dan warga setempat, langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan material, pemetaan kerusakan, dan penyaluran bantuan logistik. Prioritas utama saat ini adalah penyediaan terpal untuk menutup atap rumah-rumah warga yang terbuka. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, juga meninjau langsung lokasi kejadian pada malam hari untuk memastikan dukungan berjenjang dari pemerintah.
Bersamaan dengan kejadian puting beliung ini, dilaporkan pula dua insiden lain pada hari yang sama, yaitu jebolnya kirmir di Kelurahan Cipaganti dan tanah longsor di Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, yang kini juga dalam penanganan tim teknis pemerintah. Didi Ruswandi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi saat cuaca ekstrem melanda Kota Bandung, serta segera mencari tempat aman dan tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak benar terkait bencana.