Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

DVI Sumbar Hampir Tuntaskan Identifikasi 174 dari 200 Korban Banjir

2025-12-04 | 11:51 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T04:51:15Z
Ruang Iklan

DVI Sumbar Hampir Tuntaskan Identifikasi 174 dari 200 Korban Banjir

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat telah berhasil mengidentifikasi 174 dari total 200 korban meninggal dunia akibat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Data terbaru per 4 Desember 2025 menunjukkan bahwa proses identifikasi masih terus berlanjut untuk memastikan semua korban dapat dipastikan identitasnya sebelum diserahkan kepada keluarga.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Dokkes Polda Sumbar, AKBP Faizal, menyampaikan bahwa dari 174 korban yang teridentifikasi, 86 di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 87 perempuan. Sementara itu, 26 korban lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan, terdiri dari 14 laki-laki dan 8 perempuan. Tim DVI juga menerima empat potongan tubuh yang masih dalam tahap pemeriksaan forensik, yakni satu potongan paha, satu potongan tungkai bawah, dan dua potongan kaki kanan.

Selain korban meninggal, 212 orang masih dilaporkan hilang, dengan rincian 97 laki-laki dan 115 perempuan. Proses identifikasi dilakukan di beberapa posko DVI yang tersebar di Padang, Agam, Pasaman Barat, Bukittinggi, dan Padang Panjang. RS Bhayangkara Tingkat III Padang menjadi posko dengan jumlah korban belum teridentifikasi terbanyak, di mana 26 dari 61 korban masih dalam proses. Di Posko DVI Agam, 103 dari 106 korban meninggal telah berhasil diidentifikasi berkat ketersediaan data antemortem yang lengkap dari keluarga korban.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Padang, Kompol dr. Hari Andromeda, Sp.J., menjelaskan bahwa tantangan utama dalam proses identifikasi adalah kondisi jenazah yang sudah tidak utuh dan berusia lebih dari satu minggu. Banyak korban diduga terbawa arus sehingga pakaian dan identitas visual mereka tidak ditemukan, memperlambat proses identifikasi visual. Tim DVI kini sangat mengandalkan pemeriksaan DNA sebagai metode utama identifikasi, yang memerlukan sampel DNA pembanding dari keluarga korban. AKBP Faizal juga menyoroti bahwa sebagian besar jenazah yang sulit diidentifikasi adalah anak-anak, kemungkinan karena orang tua atau kerabat terdekat mereka turut menjadi korban, sehingga tidak ada data antemortem yang masuk.

Polda Sumbar terus mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke posko antemortem di RS Bhayangkara Padang atau posko DVI terdekat. Kerja sama dari masyarakat dalam menyerahkan data pembanding sangat penting untuk mempercepat proses identifikasi dan memastikan jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak. Polda Sumbar berkomitmen untuk terus memberikan informasi resmi dan akurat mengenai perkembangan penanganan korban bencana kepada publik.