Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Detik-detik Maut Banjir Rob Pontianak Renggut Nyawa Bocah 10 Tahun

2025-12-10 | 22:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-10T15:32:54Z
Ruang Iklan

Detik-detik Maut Banjir Rob Pontianak Renggut Nyawa Bocah 10 Tahun

Seorang bocah berusia 10 tahun bernama Bayanaka Patal Ramlan ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang terseret arus banjir rob di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Korban sebelumnya terakhir terlihat bermain di area paret Tokaya pada Senin, 8 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, korban pamit kepada orang tuanya untuk bermain di sekitar parit Tokaya saat kondisi banjir rob melanda. Ibunya, Nuwaira Aizha, sempat memperingatkan agar berhati-hati. Beberapa saksi juga melihat Bayanaka bermain air pasang bersama keponakannya di kawasan Komplek Suprapto Dalam pada pagi hari, dan ada pula yang melihatnya memetik jambu yang jatuh ke dalam parit menjelang sore, sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum berencana mengaji. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumahnya di Gang Pagar Alam, Jalan Tanjungpura, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan.

Keluarga yang cemas kemudian melaporkan kehilangan Bayanaka Patal Ramlan ke Kantor SAR Pontianak sekitar pukul 18.40 WIB atau 19.05 WIB pada Senin malam. Tim SAR gabungan, yang melibatkan personel dari Polsek Pontianak Selatan, BPBD, Damkar swasta, dan warga sekitar, segera memulai operasi pencarian. Pencarian difokuskan di sekitar Parit Tokaya yang gelap dan memiliki arus yang pelan namun dalam, menggunakan alat eco maps. Meskipun upaya pencarian dilakukan hingga tengah malam, korban belum berhasil ditemukan, sehingga operasi dihentikan sementara.

Pada Selasa pagi, 9 Desember 2025, sekitar pukul 06.00 WIB, harapan keluarga pupus saat sesosok tubuh anak-anak ditemukan mengapung di tepi sungai Gang Suprapto Dalam, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, oleh seorang warga bernama Een. Jasad korban ditemukan berjarak sekitar 21 meter ke arah hulu dari lokasi terakhir ia terlihat. Tim gabungan segera mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan tim Inafis Polresta Pontianak tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan napas karena tenggelam. Pihak keluarga menerima dengan ikhlas kejadian tragis ini dan menolak untuk dilakukan autopsi. Rencananya, jenazah Bayanaka Patal Ramlan akan dimakamkan di TPU Gang Pagar Alam.

Menyikapi insiden ini, I Made Junetra dan AKP Inayatun Nurhasanah mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi banjir rob melanda di kawasan bantaran sungai. Musibah ini menjadi pengingat penting akan bahaya yang mengintai di daerah rawan air saat cuaca ekstrem.