Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

BGN Harapkan Polisi Bongkar Misteri Penyebab Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru SDN Kalibaru 01

2025-12-11 | 22:48 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-11T15:48:57Z
Ruang Iklan

BGN Harapkan Polisi Bongkar Misteri Penyebab Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru SDN Kalibaru 01

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyerahkan sepenuhnya penyelidikan mengenai insiden tragis mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, kepada pihak kepolisian. Kecelakaan yang terjadi pada Kamis, 11 Desember 2025, sekitar pukul 06.38 WIB hingga 06.39 WIB ini mengakibatkan puluhan korban luka-luka.

Total korban luka akibat insiden tersebut mencapai 21 hingga 22 orang, terdiri dari siswa dan seorang guru. Beberapa sumber menyebutkan 11 siswa laki-laki, sembilan siswi perempuan, dan satu guru laki-laki. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian nahas ini. Para korban yang terluka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, dengan 15 hingga 16 orang dirawat di RSUD Cilincing dan empat hingga sembilan orang lainnya dirujuk ke RS Koja, serta satu orang di puskesmas. Beberapa korban membutuhkan perawatan intensif, termasuk satu orang yang ditangani oleh tiga dokter ahli bedah saraf dan anak.

Kronologi kejadian menunjukkan mobil boks Daihatsu Grand Max berwarna putih dengan nomor polisi B-2093-UIU, yang membawa pasokan MBG, tiba-tiba melaju tak terkendali. Kendaraan tersebut menerobos pagar sekolah yang dalam kondisi tertutup, lalu merangsek masuk ke halaman dan menabrak kerumunan siswa dan guru yang sedang berbaris untuk kegiatan literasi.

Pengemudi mobil diidentifikasi sebagai Adi Irawan, 33 tahun, warga Kalibaru, Jakarta Utara, yang juga memiliki SIM A. Mobil yang dikendarainya tercatat atas nama CV Reno Maju Bersama dan menunggak pajak sejak 24 Juli 2024. Adi Irawan diketahui merupakan sopir pengganti karena sopir utama sedang sakit, dan ia telah dua kali mengemudikan kendaraan pengantar MBG. Kepada polisi, pengemudi mengaku salah menginjak pedal gas, bukan rem.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendiz, menyatakan bahwa kasus ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan dan sepuluh saksi telah diperiksa. Meskipun demikian, hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dan status pengemudi masih sebagai saksi. Pengemudi telah diamankan di Polsek Cilincing untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mendalami apakah ada unsur kelalaian, kesengajaan, atau masalah teknis pada kendaraan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan keprihatinan mendalam dan permohonan maaf atas insiden tersebut, mengakui adanya kelalaian. BGN menegaskan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban, bahkan menempatkan mereka di ruang perawatan kelas 1 rumah sakit. Selain itu, BGN juga akan melakukan evaluasi internal menyeluruh terhadap prosedur, koordinasi, dan mekanisme pengawasan program MBG, termasuk proses rekrutmen pengemudi dan kelayakan kendaraan, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Meskipun demikian, operasi dan distribusi program MBG di lapangan dipastikan tidak terganggu dan tetap berjalan sesuai jadwal.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga memastikan bahwa seluruh biaya perawatan medis bagi korban akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani turut meminta penyelidikan yang transparan dan tuntas, serta mendorong evaluasi komprehensif terhadap mekanisme pelaksanaan program MBG, khususnya terkait standar operasional, pengawasan, dan kompetensi petugas distribusi makanan.