:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441251/original/037091100_1765463233-Pj_Ketum_PBNU_KH_Zulfa_Mustofa_melakukan_kunjungan_kerja_perdananya_ke_Provinsi_Banten.jpeg)
Pejabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, melakukan kunjungan kerja perdananya ke Provinsi Banten pada Kamis (11/12/2025), sehari setelah ditetapkan secara resmi memimpin PBNU. KH Zulfa Mustofa, yang ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum PBNU berdasarkan rapat pleno pada Selasa (9/12/2025), memilih Banten sebagai destinasi awal kunjungannya untuk bersilaturahim dan memperkuat ikatan organisasi.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Zulfa, sapaan akrab KH Zulfa Mustofa, diterima hangat oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Banten, Katib Syuriah PWNU Banten, serta jajaran pengurus lainnya di kantor PWNU setempat. Selain konsolidasi organisasi, Pj Ketua Umum PBNU juga menyempatkan diri untuk bersowan ke kediaman Ulama Sepuh karismatik, Abuya Muhtadi Banten.
KH Zulfa Mustofa menyampaikan bahwa Banten memiliki kedekatan emosional dan historis yang kuat, baik bagi dirinya secara pribadi maupun bagi Nahdlatul Ulama secara kelembagaan. Ia menjelaskan bahwa Banten adalah tempat ibu, kakek, dan buyutnya, Syekh Abdullah bin Umar, dilahirkan, serta tanah kelahiran Syekh Nawawi al-Bantani yang sangat masyhur.
Lebih lanjut, KH Zulfa menekankan pentingnya sanad keilmuan Banten yang kuat dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Ia menyoroti hubungan intelektual yang erat antara pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, dan para masyayikh lainnya, termasuk Syekhona Kholil Bangkalan, yang merupakan murid dari ulama besar dunia Islam asal Banten, Syekh Nawawi al-Bantani. Ikatan sanad keilmuan ini diharapkan akan menjadikan NU semakin besar di Banten.
Dalam kesempatan itu, KH Zulfa juga meninjau pembangunan kampus Nahdlatul Ulama setinggi empat lantai yang tengah dalam proses penyelesaian. Ia menegaskan bahwa PBNU memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut sebagai bentuk perhatian dan komitmen terhadap pengembangan NU di daerah. Kunjungan ini menegaskan tekad KH Zulfa Mustofa untuk bersilaturahim kepada para pengurus NU, baik struktural maupun kultural, termasuk para masyayikh NU, sebagai langkah awal kepemimpinannya.