:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433792/original/056045800_1764901017-1000810838.jpg)
Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung sejak Rabu sore, 3 Desember 2025, telah memicu serangkaian bencana hidrometeorologi, meliputi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Empat kabupaten di Lampung, yaitu Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Utara, dan Lampung Selatan, dilaporkan terdampak parah hingga menyebabkan rumah-rumah porak poranda dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Wahyu Hidayat, Humas BPBD Provinsi Lampung, membenarkan rangkaian bencana ini dan menyatakan bahwa pendataan masih terus dilakukan di lapangan.
Di Kabupaten Pesisir Barat, hujan deras disertai angin kencang pada Rabu, 3 Desember 2025, mengakibatkan banjir setinggi satu meter dan tanah longsor di dua kecamatan. Akses jalan lintas sempat terputus akibat tertutup material tanah dan bebatuan, menghambat mobilitas warga.
Kabupaten Tanggamus juga tidak luput dari bencana. Banjir menerjang Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, sekitar pukul 15.30 WIB pada 3 Desember 2025, setelah tanggul Sungai Kali Bego jebol. Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Hidayat mengonfirmasi bahwa sekitar 350 rumah di tiga Rukun Tetangga (RT), yakni RT 10, RT 14, dan RT 16, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa. RT 8 dan RT 9 juga dilaporkan terendam, meskipun dengan ketinggian yang lebih rendah.
Sementara itu, di Kabupaten Lampung Utara, Desa Bumi Agung di Kecamatan Abung Timur dikejutkan oleh hujan badai yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan rumah warga. Pasokan listrik juga padam total sejak Rabu petang pukul 17.00 WIB, meninggalkan wilayah tersebut dalam kegelapan di tengah kondisi darurat. Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, telah menyalurkan bantuan logistik kepada ratusan korban angin puting beliung di Desa Bumi Agung Marga. BPBD Lampung Utara mencatat 105 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung, dengan rincian 10 rusak parah, 15 rusak sedang, dan 80 rusak ringan.
Kabupaten Lampung Selatan menjadi wilayah yang paling awal terdampak bencana angin puting beliung pada Selasa sore, 2 Desember 2025, di Kecamatan Candipuro. Angin kencang memporak-porandakan sedikitnya 34 rumah di tiga desa yaitu Beringin Kencana, Titiwangi, dan Cintamulya. Warga di Desa Titiwangi dibuat panik saat hembusan angin meratakan atap rumah dalam hitungan detik. Personel Polsek Candipuro telah melakukan patroli dan pengecekan kondisi rumah warga yang terdampak, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
BMKG Provinsi Lampung telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Lampung yang berlaku mulai Desember 2025 hingga Januari 2026, memprediksi potensi banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. BPBD Provinsi Lampung juga telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ini, dengan laporan hingga Oktober 2025 menunjukkan 114 kejadian banjir, 4 kejadian banjir rob, 136 kasus angin kencang, dan 38 kejadian tanah longsor. Pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiagakan personel selama 24 jam. Aparat kepolisian, kelurahan, dan RT setempat telah turun tangan langsung untuk mengevakuasi warga dan membantu pembersihan pascabencana.