Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Analisis 6 Jam Konfirmasi: Semeru Tetap Belum Aman dari Bahaya

2025-12-14 | 20:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-14T13:04:12Z
Ruang Iklan

Analisis 6 Jam Konfirmasi: Semeru Tetap Belum Aman dari Bahaya

Berdasarkan hasil pengamatan selama enam jam terakhir pada Minggu, 14 Desember 2025, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menunjukkan bahwa gunung api tersebut belum aman. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih mempertahankan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa pada periode tersebut tercatat 40 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 66-173 detik. Selain gempa letusan, gunung api setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga mengalami tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 4-8 mm, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 15 mm.

Sebelumnya, pada periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas gempa letusan bahkan lebih tinggi, mencapai 43 kali dengan amplitudo 10-23 mm. Pada periode dini hari tersebut, juga terekam empat kali gempa guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan delapan kali gempa embusan dengan amplitudo 3-8 mm. Total keseluruhan, Gunung Semeru mengalami 83 gempa letusan dalam 12 jam terakhir.

Meskipun aktivitas visual gunung sering kali tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati, kondisi cuaca dilaporkan cerah hingga mendung dengan angin lemah ke arah utara dan timur laut.

Dengan status Siaga (Level III), PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada anak-anak sungai Besuk Kobokan. PVMBG akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait resmi lainnya untuk memberikan informasi terkini.