
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah mengonfirmasi bahwa 22 korban tewas dalam kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025, ditemukan dalam kondisi utuh dan dapat dikenali. Kondisi ini memastikan bahwa proses identifikasi korban tidak memerlukan tes DNA dan jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Mayoritas korban meninggal dunia akibat menghirup asap tebal, bukan karena luka bakar. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyatakan bahwa temuan awal menunjukkan para korban meninggal dunia karena sesak napas. Jenazah ditemukan di lantai tiga, empat, dan lima gedung.
Dari 22 korban meninggal dunia, teridentifikasi 7 laki-laki dan 15 perempuan, termasuk seorang ibu hamil yang mendekati hari perkiraan lahir (HPL) pada Januari 2026. Korban hamil tersebut, Novia, diketahui terjebak di lantai 5 setelah mencoba turun namun kembali karena api dan asap yang membesar. Keluarga korban mulai berdatangan ke posko DVI (Disaster Victim Identification) antemortem RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kebakaran yang menghanguskan gedung berlantai tujuh yang menjadi kantor dan fasilitas penyimpanan PT Terra Drone Indonesia ini diduga bermula dari baterai drone di area penyimpanan dan pengujian di lantai satu. Diduga terjadi korsleting atau kegagalan termal pada baterai drone yang memicu ledakan dan api. Tim Labfor Polri telah berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menelusuri penyebab pasti kebakaran secara ilmiah dan titik sumber api pertama.
Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dan 101 personel pemadam dikerahkan untuk memadamkan api yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.43 WIB. Operasi pemadaman berhasil mengendalikan api setelah tiga jam, namun upaya evakuasi dan pendinginan struktur gedung masih terus dilakukan. Selain tim pemadam, berbagai instansi seperti BPBD P2B, Palang Merah Indonesia, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PLN, PSKB/Tagana Dinas Sosial, kepolisian sektor, dan komando distrik militer turut serta dalam penanganan insiden.
Setidaknya 54 orang berhasil diselamatkan dari insiden ini, dengan beberapa di antaranya menggunakan jalur darurat menuju atap dan menyeberang ke gedung tetangga. Sebanyak 19 karyawan yang terjebak berhasil diselamatkan, banyak di antaranya menderita kesulitan bernapas, syok, dan luka ringan. Seorang petugas polisi dan seorang petugas pemadam kebakaran juga harus mendapatkan perawatan akibat menghirup asap. Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati di Jakarta Timur untuk proses identifikasi. Pihak kepolisian juga sedang mendalami dugaan adanya unsur kelalaian dalam insiden kebakaran ini dan akan memeriksa semua saksi, termasuk pemilik usaha dan pengelola gedung.