Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Respons Dingin Zelensky Setelah Dicap 'Tak Tahu Terima Kasih' oleh Trump

2025-11-25 | 00:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T17:36:23Z
Ruang Iklan

Respons Dingin Zelensky Setelah Dicap 'Tak Tahu Terima Kasih' oleh Trump

Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina, menanggapi pernyataan Donald Trump yang kembali menyebut kepemimpinan Ukraina "tidak tahu terima kasih" atas upaya Amerika Serikat. Trump mengkritik Ukraina di tengah pertemuan penting di Jenewa yang melibatkan pejabat AS, Ukraina, dan Eropa untuk membahas rencana perdamaian yang disusun oleh AS.

Donald Trump, melalui platform media sosial Truth Social, menyatakan bahwa ia "mewarisi perang yang seharusnya tidak pernah terjadi" dan menuding kepemimpinan Ukraina tidak menunjukkan apresiasi atas upaya AS. Ia juga mengklaim bahwa Eropa terus membeli minyak dari Rusia dan mengulang klaim mengenai besaran bantuan AS kepada Ukraina dibandingkan Eropa, yang telah diperdebatkan akurasinya. Kritik ini disampaikan saat delegasi Ukraina dan AS sedang berunding di Jenewa mengenai proposal perdamaian yang, menurut beberapa pihak, condong ke arah Moskow dan membuat Ukraina dihadapkan pada pilihan sulit. Trump bahkan dilaporkan memberikan tenggat waktu bagi Ukraina untuk menyetujui kesepakatan tersebut, mengancam akan menghentikan bantuan jika ditolak.

Menanggapi tudingan tersebut, Presiden Zelenskyy menunjukkan sikap yang tenang dan diplomatis. Ia segera menyampaikan rasa terima kasih kepada Amerika Serikat, "setiap hati Amerika", dan secara pribadi kepada Presiden Trump atas bantuan yang telah menyelamatkan nyawa warga Ukraina, termasuk sistem anti-tank Javelin. Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) dan Telegram, Zelenskyy menekankan pentingnya kepemimpinan Amerika Serikat dan kerja sama konstruktif. Ia juga menegaskan komitmen Ukraina terhadap perdamaian yang bermartabat dan langgeng, yang menghormati kepentingan nasional dan integritas teritorial Ukraina. Zelenskyy menyambut upaya diplomatik AS namun menginginkan "perdamaian nyata yang tidak akan dirusak oleh invasi ketiga [Rusia]".

Sikap Zelenskyy kali ini disebut sebagai respons yang lebih lunak dan damai dibandingkan interaksi sebelumnya, menunjukkan pendekatan diplomatik di tengah tekanan. Ia juga menegaskan apresiasi Ukraina kepada sekutu-sekutu Eropa atas dukungan signifikan yang diberikan. Ini bukan kali pertama Trump mengkritik Zelenskyy sebagai "tidak tahu terima kasih", dengan insiden serupa terjadi pada Maret dan Februari 2025, serta konteks historis dari skandal Trump-Ukraina pada tahun 2019 yang melibatkan penahanan bantuan.