:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384467/original/079158300_1760779789-WhatsApp_Image_2025-10-18_at_14.42.43.jpeg)
Jayapura – Aktivis Papua, Charles Kossay, menegaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan Tanah Papua bukan sekadar janji politik. Menurut Charles, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, kepemimpinan Prabowo telah menempatkan Papua sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini merupakan bagian dari visi besar untuk memperkuat wilayah terdepan negara guna menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan yang berkeadilan di Papua.
Komitmen tersebut, lanjut Charles, tercermin dari sejumlah program prioritas dan langkah nyata pemerintah yang menempatkan Papua dalam agenda strategis nasional. Kunjungan Presiden Prabowo ke Merauke, Provinsi Papua Selatan, serta kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Jayapura, disebut Charles sebagai bukti nyata bahwa Papua tidak lagi ditempatkan di pinggiran pembangunan nasional. Kunjungan-kunjungan ini dianggap sebagai simbol kehadiran negara dan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun dari wilayah terluar Indonesia.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga secara tegas mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Komitmen ini dipertegas pasca pelantikan Gubernur Papua Matius Fakhiri dan Ketua Komite Velix Vernando Wanggai di Istana Negara, Jakarta, pada 8 Oktober 2025. Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian besar untuk mengelola pembangunan di Papua secara langsung dan terintegrasi, mencakup agenda Papua dalam konteks global dan nasional, serta integrasi kebijakan lintas kementerian dan sektor swasta.
Berbagai program telah digulirkan untuk mewujudkan komitmen ini, termasuk pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas perumahan, program ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi lokal. Salah satu program konkret yang mendapat perhatian adalah "Makan Bergizi Gratis" (MBG) yang digagas Presiden Prabowo. Charles Kossay, selaku aktivis Papua Pegunungan, menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda Indonesia, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) seperti Papua Pegunungan.
Tokoh masyarakat Papua lainnya, seperti Imanuel Nerotou dan Martinus Demetouw, juga menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah yang dinilai berhasil menyentuh kebutuhan langsung masyarakat kecil. Perbaikan infrastruktur jalan, program pangan, dan pembangunan perumahan hingga ke desa-desa di pelosok Papua disebutkan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Danni Waimbo, turut menyoroti komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam setahun terakhir, khususnya upaya pengentasan kemiskinan di Papua melalui program pro-rakyat yang dinilai menjawab ekspektasi publik.
Meskipun demikian, Charles Kossay juga mengingatkan pemerintah untuk tetap memperhatikan situasi keamanan di Tanah Papua. Ia menilai peningkatan aktivitas kriminal di beberapa wilayah memerlukan pengelolaan dengan pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan distribusi yang profesional untuk program-program seperti MBG guna memastikan mutu makanan dan efisiensi penyaluran di lapangan.