:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425077/original/013525800_1764211899-IMG_9139_Usai_Hilang_Saat_MCK__Nasib_Dua_Warga_Sanggau_Berakhir_Tragis.jpeg)
Dua warga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Anton (29) dan Yudi (40), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, menandai pekan kelam bagi wilayah tersebut. Peristiwa tragis ini terjadi ketika keduanya melakukan aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) di sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warga.
Anton, warga Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, dilaporkan hilang pertama kali pada Senin pagi, 24 November 2025, sekitar pukul 07.30 WIB, saat hendak mandi di lanting di tepi Sungai Kapuas. Diduga Anton terpeleset dan jatuh ke sungai, dengan keluarganya menemukan lanting tersebut kosong setelah beberapa waktu.
Beberapa hari kemudian, Yudi, seorang pria berusia 40 tahun dari Dusun Piasak, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, juga dilaporkan hilang pada Selasa pagi, 25 November 2025, saat berada di tepi sungai yang sama. Yudi diketahui memiliki keterbelakangan mental dan sering mandi serta buang air langsung di sungai.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan segera melakukan operasi pencarian yang intensif, melibatkan Basarnas Pontianak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, personel TNI/Polri, tim tanggap darurat perusahaan, relawan kemanusiaan, dan masyarakat setempat. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan penemuan kedua jenazah tersebut.
Jenazah Anton ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi terakhir ia terlihat pada Rabu, 26 November 2025, tersangkut di tepian yang rimbun, setelah tiga hari pencarian. Sementara itu, Yudi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari yang sama atau sehari setelah Anton ditemukan. Meskipun tenggelam di lokasi dan waktu yang berbeda, posisi penemuan kedua korban relatif berdekatan, diduga karena dinamika arus Sungai Kapuas yang cukup kuat.
Setelah ditemukan, kedua jenazah dievakuasi oleh tim gabungan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Kapuas, terutama mengingat arus yang seringkali sulit diprediksi.