:strip_icc()/kly-media-production/medias/4569431/original/029912200_1694250767-gun-1678989_1280.jpg)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar teror di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menyebabkan seorang pekerja proyek jalan tewas ditembak. Korban diidentifikasi sebagai Anselmus Arfin, 25 tahun, seorang karyawan dari PT TJP. Insiden tragis ini terjadi pada Rabu, 8 Oktober 2025, sekitar pukul 10.20 WIT, di area perbatasan Kampung Ndugusiga dan Bambu Kuning.
Menurut keterangan yang dihimpun, saat kejadian, Anselmus Arfin bersama empat rekannya sedang mengoperasikan traktor untuk melakukan pengukuran jalan. Tiba-tiba, satu letusan tembakan terdengar dari arah kiri jalan. Tembakan tersebut langsung mengenai dada kiri Anselmus Arfin dan menembus hingga ke punggungnya.
Rekan korban, Muhammad Rasyid, bersama karyawan lain segera mengevakuasi Anselmus Arfin ke RSUD Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang parah.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, mengutuk keras aksi brutal KKB ini. Ia menegaskan bahwa tindakan kejahatan bersenjata tersebut tidak hanya merenggut nyawa warga sipil yang berupaya membangun daerahnya, tetapi juga secara signifikan menghambat proses percepatan pembangunan infrastruktur di Papua. Brigjen Faizal menambahkan bahwa negara tidak akan mundur dalam memastikan keamanan dan keberlanjutan pembangunan di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, aksi penembakan ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok KKB pimpinan Daniel Aibon Kogoya, yang dikenal kerap beroperasi dan membuat ulah di wilayah Intan Jaya. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menyatakan pihaknya telah meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi kejadian dan akan mengambil langkah-langkah penegakan hukum terhadap para pelaku. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama TNI langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah insiden tersebut, sementara sebagian personel lainnya melakukan monitoring di RS Sugapa dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Jenazah Anselmus Arfin sendiri dijadwalkan akan dievakuasi ke Timika untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.