Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kemenparekraf Genjot Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Festival Film di Destinasi Unggulan

2025-11-30 | 07:16 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T00:16:31Z
Ruang Iklan

Kemenparekraf Genjot Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Festival Film di Destinasi Unggulan

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara aktif mendorong penyelenggaraan festival film di 15 provinsi yang telah ditetapkan sebagai destinasi ekonomi kreatif (ekraf) prioritas di Indonesia. Langkah ini diambil seiring dengan upaya pemerintah untuk pemerataan fasilitas bioskop di berbagai daerah, yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal.

Dorongan tersebut disampaikan oleh Direktur Film, Animasi dan Video Kemenekraf, Doni Setiawan, setelah menghadiri malam pembukaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta pada Jumat (29/11/2025). Doni Setiawan menyatakan bahwa festival film bukan hanya sekadar menjadi pasar baru bagi industri film, tetapi juga berfungsi penting dalam menumbuhkan semangat kompetisi bagi talenta muda ekonomi kreatif di daerah.

Yogyakarta sendiri menjadi tuan rumah bagi JAFF, sebuah festival film yang tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-20, berlangsung dari 29 November hingga 6 Desember 2025. Festival ini telah menjelma menjadi ruang vital yang mempertemukan ide, gagasan, dan semangat kolaborasi, serta menjadi wadah bagi sineas dan pecinta film di seluruh Asia. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam sambutannya pada pembukaan JAFF ke-20, memuji konsistensi JAFF yang telah bertransformasi dari inisiatif komunitas menjadi institusi budaya pembentuk ekosistem film Asia. Sebanyak 227 film dari 43 negara di Asia Pasifik dijadwalkan akan tayang dalam berbagai seksi di JAFF tahun ini. Pemerintah Kota Yogyakarta turut menyediakan dana penyelenggaraan festival ini, menandakan dukungan terhadap geliat perfilman di daerah.

Di Jawa Tengah, geliat festival film juga terlihat melalui Festival Film Purbalingga (FFP) yang konsisten diselenggarakan sejak tahun 2007 dan pada tahun 2025 ini memasuki penyelenggaraan ke-19. FFP berfokus pada kompetisi film pelajar Banyumas Raya dan program unggulan Layar Tanjleb di seluruh Banyumas Raya, menjadi ajang bagi pelajar dan sineas muda untuk berkarya dan bertemu.

Salah satu destinasi pariwisata prioritas yang juga menjadi fokus pengembangan di wilayah Jawa Tengah adalah Candi Borobudur, yang kerap disebut sebagai magnet wisata di seputar Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kehadiran inisiatif Kemenekraf untuk memperluas penyelenggaraan festival film ke destinasi ekraf prioritas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, termasuk pada destinasi seperti Borobudur, dengan meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi kreatif di sektor perfilman daerah.