:strip_icc()/kly-media-production/medias/5422760/original/074858400_1764043788-Evakuasi_Longsor.jpg)
Operasi SAR longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memasuki hari kesepuluh pada Minggu, 21 Desember 2014. Dengan 16 orang masih dinyatakan hilang, tim gabungan memfokuskan pencarian intensif di Sektor C, sebuah area yang diyakini menyimpan banyak korban tertimbun. Longsor dahsyat yang melanda Dusun Jemblung pada Jumat, 12 Desember 2014, sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, telah menyebabkan puluhan rumah tertimbun material tanah dan bebatuan, serta menewaskan banyak warga.
Upaya pencarian yang melibatkan ribuan personel dari Basarnas, BNPB, TNI, Polri, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat setempat terus menghadapi tantangan berat. Medan yang sulit dijangkau, volume material longsor yang sangat tebal, serta kondisi cuaca yang tidak menentu, termasuk hujan deras yang sering mengguyur lokasi, menjadi kendala utama. Meskipun demikian, semangat tim SAR tidak pernah surut dalam upaya menemukan para korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa faktor terjadinya longsor di Dusun Jemblung diakibatkan pelapukan material penyusun Bukit Telagalele, yang berada di atas dusun tersebut. Bukit ini memiliki kemiringan lereng yang curam, dan curah hujan tinggi pada hari-hari menjelang kejadian membuat tanah jenuh air, memicu retakan, dan akhirnya longsor.
Hingga saat ini, total 93 jenazah telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi oleh tim DVI. Namun, dengan 16 warga yang masih dinyatakan hilang, fokus pencarian di Sektor C menjadi krusial. Sektor ini diyakini memiliki potensi tinggi untuk menemukan korban, mengingat laporan warga dan pemetaan awal lokasi kejadian. Tim SAR mengerahkan sejumlah alat berat untuk membantu membersihkan timbunan material yang diperkirakan mencapai kedalaman puluhan meter di beberapa titik.
Keluarga korban yang masih menunggu dengan cemas berharap anggota keluarga mereka dapat segera ditemukan, meskipun harapan untuk menemukan korban dalam keadaan hidup semakin menipis mengingat sudah memasuki hari kesepuluh operasi. Operasi SAR ini rencananya akan dievaluasi pada hari ini, Minggu, 21 Desember 2014, dengan kemungkinan penghentian pencarian apabila tidak ditemukan tanda-tanda baru atau pertimbangan keselamatan tim menjadi prioritas utama. Operasi SAR untuk longsor Dusun Jemblung pada akhirnya dihentikan pada hari ke-10, 21 Desember 2014, dengan total 93 jenazah ditemukan dan 13 orang dinyatakan hilang. Meski begitu, upaya pendampingan psikososial dan pemenuhan hak keluarga korban yang belum ditemukan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah dan lembaga terkait.