:strip_icc()/kly-media-production/medias/5390493/original/008015600_1761279004-_Gadis_14_Tahun_di_Banjar_yang_Setia_Rawat_Ibunya_Lumpuh.jpg)
Kisah pilu menyelimuti kehidupan seorang gadis remaja bernama Dilma Roselva Safarina, 14 tahun, di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Di usianya yang masih belia, Dilma memikul tanggung jawab besar merawat ibunya, Annisa Mukarramah, 38 tahun, yang mengalami kelumpuhan total.
Sejak tahun 2021, Annisa Mukarramah tidak dapat berjalan setelah mengalami kecelakaan kerja di Riyadh, Arab Saudi. Saat itu, ia terjatuh dari lantai tiga sebuah rumah ketika bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW), menyebabkan kelumpuhan pada tubuhnya. Sejak insiden tersebut, Dilma menjadi satu-satunya tumpuan bagi sang ibu.
Setiap hari, rutinitas Dilma dimulai sejak pukul lima pagi. Ia menyiapkan makanan untuk ibunya, membantu Annisa makan, mencuci pakaian, membersihkan rumah, sebelum kemudian bersiap berangkat ke sekolah. Saat ini, Dilma duduk di bangku kelas IX MTs Darul Hasanah. Sepulang dari sekolah, ia kembali melanjutkan tugasnya membantu pekerjaan rumah tangga dan merawat ibunya.
Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajar Dilma tidak pernah padam. Ibunya, Annisa, mengungkapkan rasa bangganya terhadap Dilma. "Alhamdulillah, dari TK, SD, sampai sekarang di MTs, anaknya selalu berprestasi. Baik sama mamanya, rajin, dan sabar," tutur Annisa dengan mata berkaca-kaca. Dilma sendiri memiliki cita-cita mulia, yakni ingin menjadi seorang dokter. "Katanya, supaya bisa menolong orang banyak," ungkap Annisa menirukan ucapan putrinya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga kecil ini sangat bergantung pada Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 300.000 setiap bulannya yang diberikan dari pemerintah desa. Bantuan ini menjadi penopang utama bagi mereka di tengah kondisi serba terbatas. Selain itu, Dilma juga beberapa kali menerima bantuan perlengkapan belajar dari pihak sekolah, yang membantunya untuk terus menuntut ilmu.
Kisah Dilma menjadi inspirasi banyak pihak akan ketulusan dan tanggung jawab seorang anak yang rela berjuang demi orang tuanya, sekaligus menyoroti pentingnya dukungan sosial bagi keluarga-keluarga rentan di daerah.