Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cak Imin di Lintas Iman: Cetak Biru Perbaikan Bangsa dari Pelajaran Kekalahan

2025-11-29 | 18:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T11:03:53Z
Ruang Iklan

Cak Imin di Lintas Iman: Cetak Biru Perbaikan Bangsa dari Pelajaran Kekalahan

Muhaimin Iskandar, yang dikenal sebagai Cak Imin, menekankan pentingnya belajar dari kekalahan sebagai landasan untuk memperbaiki bangsa dalam pidatonya di Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025. Acara tersebut diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 28-30 November 2025.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) itu, mengakui bahwa generasinya mungkin belum sepenuhnya sukses atau maksimal dalam kepemimpinan, bahkan secara berkelakar menyebut, "Maklum, kalah terus. Belum pernah menang." Pernyataan ini merujuk pada kekalahannya sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Lebih lanjut, Cak Imin menyerahkan "kekalahan dan ketidaksempurnaan ini" kepada generasi muda, mengingatkan agar tidak mengulangi kesalahan dan kegagalan sejarah. Ia menegaskan bahwa kekalahannya bukanlah sekadar catatan politik, melainkan pelajaran sejarah yang harus dipahami oleh generasi penerus. Mantan calon wakil presiden tersebut meminta peserta untuk menjadikan pengalamannya sebagai refleksi untuk terus berjuang bagi bangsa.

Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 sendiri diinisiasi oleh Badan Persaudaraan Antar-Iman (BERANI), sebuah badan otonom PKB. Kegiatan ini bertujuan menjadi ruang perjumpaan yang mampu memperkuat gotong royong, toleransi, serta kecerdasan mental dan spiritual generasi muda. Sekitar seribu peserta dari berbagai organisasi lintas iman, baik mahasiswa maupun masyarakat umum, mengikuti perkemahan ini. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran bersama untuk memperkuat jejaring lintas agama serta meneguhkan nilai persatuan dan kebinekaan di kalangan generasi muda Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga menekankan bahwa mempelajari agama tidak dapat dilepaskan dari mempelajari sejarah. Menurutnya, pemahaman yang keliru sering muncul karena agama dipelajari tanpa melihat perjalanan dan dinamika peradaban. Ia menilai semua negara, peradaban, dan bangsa pernah mengalami masa-masa kelam dalam sejarah yang kemudian menjadi pelajaran. "Tuhan menciptakan manusia, Tuhan menciptakan sejarah untuk dipelajari dan untuk menjadi pelajaran peradaban berikutnya," ujarnya. Oleh karena itu, Cak Imin mendorong generasi muda untuk belajar dari setiap kegagalan dan kesalahan, termasuk dari kekalahan yang dialaminya.