Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cak Imin Ajak Swasta-Emak-emak Bersatu, Bangun Kembali Rumah Korban Longsor Sukabumi

2025-11-30 | 21:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T14:25:00Z
Ruang Iklan

Cak Imin Ajak Swasta-Emak-emak Bersatu, Bangun Kembali Rumah Korban Longsor Sukabumi

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Menko PM) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, memimpin langsung upaya percepatan pembangunan rumah bagi korban bencana tanah longsor di Kabupaten Sukabumi. Inisiatif ini menandai komitmen kuat pemerintah pusat dalam kolaborasi pentahelix, yang menggandeng pemerintah daerah, pihak swasta, tokoh masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu atau "emak-emak", serta berbagai lembaga terkait. Peletakan batu pertama pembangunan puluhan unit rumah ini berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Cak Imin menekankan bahwa kerja sama lintas sektor ini menjadi model percontohan penanganan bencana yang efektif, memungkinkan pembangunan hunian bagi korban longsor dalam waktu singkat berkat semangat gotong royong. Sebanyak 15 rumah baru akan dibangun di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, dengan lokasi relokasi di Kampung Cipanas Inpres RT 01/08, setelah longsor terjadi di Kampung Cipamokoan RT 01/09 pada 27 Oktober 2025. Secara keseluruhan untuk wilayah Cisolok, ditargetkan pembangunan 50 unit rumah yang terdiri dari 10 unit di Desa Sukarame, 5 unit di Desa Wangunsari, dan 35 unit di Desa Gunung, serta renovasi 38 rumah. Proyek pembangunan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu hingga dua bulan.

Pendekatan baru yang diperkenalkan dalam penanganan bencana ini adalah skema Perlindungan Sosial Adaptif (PSA), sesuai mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 dari Presiden Prabowo Subianto. Konsep PSA bertujuan menyederhanakan birokrasi dan memastikan semua aspek penanganan korban bencana tertangani secara komprehensif, mulai dari pemulihan fisik hingga pencegahan masyarakat jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem pascabencana. Cak Imin menegaskan, PSA akan memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi, termasuk perlindungan sosial, identitas kependudukan, bantuan iuran, serta jaminan sosial lainnya.

Dalam implementasinya, berbagai pihak turut serta. Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin berperan dalam menggalang bantuan. Selain itu, bantuan juga datang dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Forum Silaturahmi Istri Anggota DPR RI Fraksi PKB, serta kelompok Perempuan Bangsa. Beberapa lembaga keuangan dan sosial seperti BSI, PNM, dan Baznas juga memberikan kontribusi signifikan.

Salah satu tantangan besar yang teridentifikasi adalah hilangnya dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) bagi ratusan kepala keluarga (KK) terdampak. Dari pendataan Kemenko PM, sebanyak 202 keluarga di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, kehilangan data identitas seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang menjadi syarat mutlak untuk mengakses bantuan sosial dan layanan dasar negara. Menanggapi hal ini, percepatan layanan Adminduk langsung dilakukan di lokasi bencana. Selain itu, Cak Imin juga berjanji akan melaporkan kepada Presiden terkait permasalahan regulasi lahan PTPN yang diperlukan untuk relokasi warga, agar ada kemudahan dalam penyediaan tanah. Program ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga membangun kembali ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.