Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gerak Cepat Jakarta: 1.790 Pasukan Oranye Dikerahkan Bersihkan Sampah di 25 Titik Krusial Banjir

2026-01-16 | 01:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T18:57:10Z
Ruang Iklan

Gerak Cepat Jakarta: 1.790 Pasukan Oranye Dikerahkan Bersihkan Sampah di 25 Titik Krusial Banjir

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan 1.790 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), atau dikenal sebagai Pasukan Oranye, ke 25 lokasi rawan banjir di seluruh Ibu Kota mulai Kamis, 15 Januari 2026. Penyiagaan ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan mencapai puncaknya sepanjang Januari hingga Februari 2026, dengan fokus utama penanganan penumpukan sampah yang kerap memperparah genangan dan banjir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa kesiapan personel serta sarana dan prasarana menjadi kunci dalam upaya ini. "Fokus kami memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, dan lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi," ujarnya. Sebanyak 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portabel disiagakan untuk mendukung operasional lapangan. Selain itu, ribuan peralatan kerja manual seperti 1.369 cangkrang, 1.235 cangkul, 1.329 sapu, dan 7.836 karung atau plastik sampah juga telah didistribusikan.

Kota Jakarta secara historis menghadapi tantangan banjir musiman yang diperparah oleh manajemen sampah yang tidak efektif. Pada Maret 2025, misalnya, Dinas Lingkungan Hidup mencatat sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah diangkut pasca-banjir yang melanda ratusan permukiman warga. Angka ini bahkan jauh lebih tinggi pada Januari 2020, di mana hampir 50.000 ton sampah diangkut dari wilayah terdampak dan aliran sungai. Penumpukan sampah di saluran air dan sungai seringkali menciptakan efek bendungan yang menghambat aliran air, mengubah genangan kecil menjadi banjir yang lebih luas dan sulit surut.

Sebagai bagian dari strategi penanganan khusus selama musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta turut menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir. Unit ini mengoptimalkan 29 unit saringan sampah otomatis untuk mencegah penyumbatan aliran air. Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) juga berperan penting sebagai saringan awal untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tengah kota dari arah hulu Sungai Ciliwung.

Implikasi jangka panjang dari upaya penyiagaan pasukan dan peralatan ini melampaui sekadar respons darurat. Langkah proaktif ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan warga. Namun, keberlanjutan mitigasi banjir Jakarta memerlukan pendekatan multi-sektoral, termasuk peningkatan edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah, percepatan distribusi fasilitas pengolahan sampah terpadu, dan pengawasan ketat terhadap pembuangan sampah ilegal. Selain itu, pengembangan infrastruktur pengendalian air laut, seperti tanggul pantai dan sistem pompa, serta rehabilitasi mangrove untuk meredam gelombang, menjadi krusial untuk mengatasi banjir rob di wilayah pesisir Jakarta Utara yang juga menjadi masalah berulang. Koordinasi yang cepat dan efektif antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci dalam mengurangi dampak banjir, yang bukan hanya merusak infrastruktur tetapi juga mengganggu kesehatan dan perekonomian kota.