Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Blora Berduka: 8 Santriwati MBS Al Maa'uun Terseret Sungai Lusi, 3 Berhasil Diselamatkan

2025-12-11 | 16:18 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-11T09:18:21Z
Ruang Iklan

Blora Berduka: 8 Santriwati MBS Al Maa'uun Terseret Sungai Lusi, 3 Berhasil Diselamatkan

Delapan santriwati dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora hanyut terbawa arus deras Sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora pada Kamis, 11 Desember 2025, sekitar pukul 06.30 WIB. Tiga santriwati berhasil diselamatkan, sementara satu korban ditemukan meninggal dunia, dan empat lainnya masih dalam pencarian.

Insiden tragis ini bermula ketika para santriwati tersebut berada di tepi sungai Lusi dengan maksud mencari kerang. Menurut keterangan saksi mata yang juga seorang santriwati, Ardina Kiki Sulistyawati (13), mereka sebenarnya sudah diperingatkan untuk tidak mendekati sungai, namun peringatan itu diabaikan. Air sungai yang tiba-tiba meninggi dan arusnya yang deras menyeret salah satu santriwati yang tidak bisa berenang. Rekan-rekannya yang mencoba menolong justru ikut terseret arus. Saksi lain, Adit, mendengar teriakan minta tolong dari anak-anak yang hanyut.

Tiga dari delapan santriwati yang hanyut berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di batang pohon di aliran sungai. Mereka segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD dr. Soetijono untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami trauma.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dan warga setempat langsung dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian. Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin menjelaskan bahwa upaya penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan penyelaman manual. Sekitar pukul 13.00 WIB, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian.

Hingga saat ini, empat santriwati lainnya masih belum ditemukan, dan proses pencarian terus diintensifkan. Arus Sungai Lusi yang deras akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir menjadi kendala utama bagi tim penyelamat. Kapolsek Blora AKP Rustam menambahkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data identitas lengkap dari para santriwati yang hilang. Pihak pendamping santri menjelaskan bahwa anak-anak tersebut sebelumnya mengikuti tes, kemudian bermain di rumah ustaz, dan sebagian dari mereka menuju tepi Sungai Lusi tanpa sepengetahuan pendamping.