Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Bandang Sukabumi Picu Krisis Air, Puluhan Hektare Sawah di Ambang Gagal Panen Total

2025-12-01 | 04:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T21:26:31Z
Ruang Iklan

Banjir Bandang Sukabumi Picu Krisis Air, Puluhan Hektare Sawah di Ambang Gagal Panen Total

Banjir bandang menerjang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan putusnya aliran air irigasi vital dan mengancam puluhan hektare lahan persawahan dengan gagal panen total. Peristiwa terbaru ini dilaporkan terjadi di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, setelah saluran Irigasi Onit di Kampung Selajambu jebol diterjang derasnya air Sungai Cidadap dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, mengonfirmasi bahwa jebolnya saluran irigasi sepanjang sekitar 15 meter tersebut telah menghentikan total pasokan air ke lahan pertanian, khususnya di jalur menuju Kedusunan Sasagaran, Cikaret, dan Cikawung. Dampaknya sangat signifikan, dari sekitar 50 hektare sawah yang tidak terairi, sedikitnya 15 hektare di antaranya telah dipastikan mengalami gagal panen. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, seluruh lahan seluas 50 hektare di wilayah tersebut terancam mengalami gagal panen.

Potensi kerugian ekonomi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, bahkan Deni Suwandi menyebut angka tersebut bisa menyentuh satu miliar rupiah apabila seluruh lahan terdampak tidak dapat diselamatkan. Selain sektor pertanian, sektor perikanan warga juga terpukul, dengan ratusan ikan di kolam-kolam milik warga mati akibat penyusutan air yang drastis. Tokoh warga setempat, Kosasih (62), menyampaikan kekhawatiran mendalam para petani yang kini memasuki masa krusial panen.

Sebelumnya, pada akhir Oktober 2025, banjir bandang juga melanda Kecamatan Cisolok dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, akibat meluapnya Sungai Cisolok setelah hujan deras dengan intensitas tinggi. Bencana tersebut merendam ratusan rumah warga, menumbangkan satu bangunan, serta memutus jembatan penghubung vital antara desa. Di Cisolok, sekitar 70 hektare sawah dilaporkan tidak terairi air, dan 43 hektare lahan persawahan terendam banjir bandang. Akses Jalan Nasional Cisolok pun sempat lumpuh total.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi telah melakukan monitoring dan pendataan terhadap dampak bencana ini, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi yang rusak. Pemerintah daerah juga memastikan akan terus mendampingi petani yang terdampak, baik melalui pendataan untuk program bantuan benih maupun dukungan teknis pemulihan lahan. Sementara itu, warga bersama pemerintah desa telah bergotong royong membangun tanggul darurat menggunakan bronjong seadanya. Di Desa Cisolok, warga juga secara swadaya berupaya memperbaiki irigasi dengan pipanisasi.