:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476621/original/069874300_1768792538-penumpang_ka_di_stasiun_bandung.jpeg)
Bandung – Tiga perjalanan kereta api jarak jauh dari Bandung pada Senin, 19 Januari 2026, tetap dibatalkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung. Pembatalan ini diberlakukan meskipun kondisi genangan air di sejumlah jalur rel wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta dan Daerah Operasi 4 Semarang yang sebelumnya terdampak banjir telah surut. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah krusial dalam proses normalisasi operasional dan penataan ulang rangkaian kereta api pasca-gangguan.
Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa pemulihan operasional kereta api tidak dapat dilakukan secara instan. Proses ini memerlukan waktu untuk secara bertahap mengembalikan posisi rangkaian kereta ke stasiun keberangkatan awal guna memastikan pola operasi kembali stabil. "Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan, keandalan operasional, serta pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga dengan baik,” ujar Kuswardojo di Bandung. Penyesuaian ini mutlak diperlukan agar jadwal perjalanan pada hari-hari berikutnya dapat kembali stabil tanpa terkendala ketersediaan rangkaian kereta.
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang sejak Minggu, 18 Januari 2026, menyebabkan genangan air tinggi di sejumlah lintasan, menghambat kelancaran perjalanan kereta api. Kondisi ini memaksa KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan demi menghindari risiko keselamatan. Pada Minggu, 18 Januari 2026, KAI secara nasional membatalkan 38 perjalanan kereta api akibat keterlambatan yang sangat tinggi serta kondisi lintasan yang belum memungkinkan untuk dilalui secara aman. KAI Daop 2 Bandung sendiri pada hari tersebut membatalkan empat perjalanan kereta api.
Tiga perjalanan kereta api dari wilayah Daop 2 Bandung yang dibatalkan pada Senin, 19 Januari 2026, meliputi: KA Papandayan (KA 129) relasi Garut-Gambir, dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Garut pukul 12.40 WIB dan dari Stasiun Bandung pukul 14.54 WIB; KA Ciremai (KA 173–172) relasi Bandung-Cikampek-Semarang Tawang, dijadwalkan berangkat dari Stasiun Bandung pukul 16.55 WIB; serta KA Parahyangan (KA 137) relasi Bandung-Gambir, dengan jadwal keberangkatan pukul 13.05 WIB.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, PT KAI memberikan kompensasi berupa pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan bagi penumpang yang terdampak pembatalan. Proses pembatalan dan pengajuan pengembalian dana dapat dilakukan melalui loket stasiun, layanan online, Contact Center KAI 121, atau aplikasi Access by KAI, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari atau 7x24 jam sejak tanggal dan jam keberangkatan yang tertera pada tiket.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus memantau intensif dan melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh di lapangan. Petugas prasarana dan sarana dikerahkan untuk melakukan normalisasi lintasan, penguatan badan jalan rel, serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan instansi teknis terkait dalam menangani dampak banjir di sekitar jalur rel. Upaya jangka panjang melalui sinergi lintas pihak bertujuan untuk memperkuat prasarana perkeretaapian agar lebih tangguh menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang.