:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451576/original/073018800_1766311176-unnamed__4_.jpg)
SURABAYA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur mendeklarasikan keberhasilan program regenerasi kepemimpinan, dengan mayoritas pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kini diisi oleh kader muda. Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, menyatakan bahwa 52 persen pengurus berada dalam rentang usia 25 hingga 40 tahun, sebuah capaian signifikan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 yang diprediksi akan didominasi oleh Generasi Z dan Alpha. Pernyataan ini disampaikan pada Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Jawa Timur di Surabaya pada Minggu, 21 Desember 2025.
Regenerasi ini menjadi krusial dalam menghadapi tantangan demografi Pemilu 2029, di mana Said Abdullah memproyeksikan sekitar 70 persen pemilih di Jawa Timur akan berasal dari Generasi Z dan Generasi Alpha. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan Gen Z dan Alpha mencapai 11,7 juta jiwa, atau 27,8 persen dari total penduduk provinsi, sebagian besar merupakan pemilih pemula. Said Abdullah, yang kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Timur periode 2025-2030, menekankan pentingnya partai untuk beradaptasi total merangkul kelompok pemilih ini.
Said Abdullah menegaskan bahwa Generasi Z dan Alpha "jengah" terhadap "politisi salon" yang hanya mengandalkan jargon politik tanpa kerja nyata. Oleh karena itu, PDIP Jawa Timur menginstruksikan DPC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) untuk lebih aktif menyerap aspirasi generasi muda terkait isu keseharian, lingkungan, pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja, kemudian merumuskannya menjadi kebijakan konkret. Partai juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi kader muda untuk maju dalam kontestasi legislatif maupun eksekutif pada 2029.
Sebagai strategi konkret, PDIP Jawa Timur menyiapkan inisiatif "Youth Venture Fund" (YVF) sebagai skema dukungan permodalan dan pengembangan usaha bagi generasi muda. Program ini ditargetkan mampu merekrut 50.000 generasi muda dan melahirkan 50.000 usaha rintisan baru hingga 2030. Said Abdullah juga menargetkan penambahan 1 hingga 1,5 juta anggota baru dalam lima tahun ke depan melalui program-program kerakyatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Upaya regenerasi ini juga merespons dinamika politik di Jawa Timur. Pada Pemilu 2024, PDIP meraih 21 kursi di DPRD Jawa Timur, menempatkannya di posisi kedua setelah PKB yang memperoleh 27 kursi. Sebuah survei elektabilitas yang disebutkan Said Abdullah menempatkan PDIP di angka 17 persen di Jawa Timur, menunjukkan ruang bagi peningkatan. Loyalitas pemilih PDIP di Jawa Timur sendiri tergolong tinggi, mencapai 85 persen berdasarkan survei Litbang Kompas, lebih tinggi dari loyalitas nasional.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, sebelumnya menyoroti bahwa partai politik di Indonesia didorong untuk segera melakukan regenerasi substansial, bukan sekadar menempatkan kader muda sebagai "etalase". Pemilih muda cenderung kritis, jenuh dengan wajah lama, dan mencari figur yang mampu merepresentasikan mereka. Pandangan ini selaras dengan arahan Said Abdullah yang melarang kader menggunakan "politik jargonistik" atau "politik salon" yang mengedepankan pencitraan tanpa empati terhadap kebutuhan masyarakat.
Implikasi dari keberhasilan regenerasi dan fokus pada Gen Z ini sangat signifikan bagi PDIP di Jawa Timur. Dengan demografi pemilih muda yang dominan, kemampuan partai untuk menawarkan program konkret dan menyerap aspirasi mereka akan menjadi penentu perolehan suara di 2029. Strategi ini tidak hanya bertujuan memperkuat basis elektoral PDIP, tetapi juga berpotensi membentuk model partisipasi politik yang lebih relevan dan berkelanjutan di tengah generasi digital. Kehadiran kader muda dalam struktur kepengurusan mencerminkan upaya adaptasi terhadap perubahan lanskap politik yang menuntut konektivitas dan responsivitas terhadap isu-isu kontemporer.