Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Polisi Lacak Dalang Penemuan Benda Mirip Bom di GKPS Bandung

2025-12-22 | 00:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-21T17:01:12Z
Ruang Iklan

Polisi Lacak Dalang Penemuan Benda Mirip Bom di GKPS Bandung

Kepolisian Resor Kota Besar Bandung tengah gencar memburu pelaku yang meletakkan benda menyerupai bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), kawasan Ruko ITC Kosambi, Kota Bandung, Jumat (19/12/2025) pagi. Benda mencurigakan yang sempat memicu kepanikan tersebut terbukti hanya berisi batang kayu, namun insiden ini secara signifikan meningkatkan kewaspadaan keamanan menjelang perayaan Natal.

Warga menemukan benda berbentuk kotak dengan kabel-kabel menjuntai sekitar pukul 08.30 WIB dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Tim Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brimob Polda Jawa Barat segera diterjunkan ke lokasi, mensterilkan area, dan menggunakan robot untuk pemeriksaan awal. Setelah evaluasi mendalam, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono memastikan benda itu bukan bahan peledak atau barang berbahaya.

Meski demikian, kepolisian menganggap serius kejadian ini sebagai "teror psikologis". Polrestabes Bandung langsung mengambil alih penanganan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengidentifikasi pelaku serta motif di balik tindakan tersebut. Penyelidikan juga mencakup temuan empat tanda silang berwarna hitam yang ditempel di tembok gereja, mencari kemungkinan keterkaitannya dengan insiden ini.

Ketua Majelis GKPS Bandung Timur, John Rizal Purba, menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat dan mengimbau jemaat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama saat pelaksanaan ibadah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mengecam keras aksi yang menyasar rumah ibadah, meminta aparat mengusut tuntas demi menjaga toleransi.

Insiden ini mendorong Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk memperketat pengamanan di seluruh gereja sebagai bagian dari Operasi Lilin Lodaya 2025. Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Polisi La Ode Aries El Fathar menyatakan, setiap gereja akan dijaga minimal 10 personel untuk sterilisasi area dan pemeriksaan menggunakan metal detektor sebelum jemaat memasuki lokasi. Langkah ini krusial untuk mencegah gangguan keamanan dan memastikan kenyamanan umat Kristiani dalam merayakan Natal.

Peristiwa ini menggarisbawahi kerentanan rumah ibadah terhadap provokasi dan upaya intimidasi, khususnya menjelang hari raya keagamaan. Ancaman "teror psikologis" semacam ini, meski tidak melibatkan bahan peledak sungguhan, berpotensi mengikis rasa aman dan harmoni sosial. Penyelidikan yang transparan dan tuntas terhadap pelaku sangat penting untuk menegaskan kehadiran negara dan menjaga tenun kebangsaan di Jawa Barat.