:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434400/original/079204400_1764926731-WhatsApp_Image_2025-12-05_at_13.43.35.jpeg)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dengan tegas membantah isu yang beredar luas di media sosial mengenai pemotongan dana bantuan pendidikan Gratispol. Informasi yang menyebutkan pemangkasan bantuan hingga hanya mencapai Rp5 juta dan mengaitkannya dengan dugaan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dipastikan tidak benar dan merupakan hoaks.
Juru Bicara Pemprov Kaltim yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa Program Gratispol tetap berjalan normal dan bahkan cakupan penerimanya terus diperluas untuk menjangkau seluruh mahasiswa di Kalimantan Timur. Komitmen ini dibuktikan dengan alokasi anggaran Gratispol tahun 2026 yang mencapai lebih dari Rp1,38 triliun. Anggaran tersebut mencakup berbagai kategori, antara lain Gratispol S1 sebesar Rp1.181.973.000.000, Gratispol S2-S3 sebesar Rp133.668.000.000, Gratispol Luar Kaltim Rp12.870.000.000, Gratispol Luar Negeri Rp14.844.500.000, Gratispol Khusus Rp34.506.000.000, serta operasional tim Gratispol sebesar Rp2.567.278.861.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Dasmiah, juga turut meluruskan informasi mengenai batas atas bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ia menjelaskan bahwa batas UKT yang berlaku sudah diatur dalam petunjuk teknis (juknis) sejak awal program dan tidak pernah berubah. Batas tersebut meliputi maksimal Rp5 juta untuk Sosial/Humaniora, maksimal Rp7 juta untuk Eksakta, maksimal Rp8 juta untuk Farmasi, maksimal Rp15 juta untuk Kedokteran, maksimal Rp12 juta untuk S2, dan maksimal Rp15 juta untuk S3. Dasmiah juga menekankan bahwa bantuan Gratispol difokuskan pada pembiayaan UKT, bukan biaya hidup mahasiswa, mengingat kewenangan pendidikan tinggi berada pada pemerintah pusat.
Pemprov Kaltim mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berasal dari akun media sosial tidak kredibel. Pendaftaran program Gratispol untuk mahasiswa semester tiga ke atas direncanakan akan dibuka pada Desember 2025, dengan pencairan dana ditargetkan pada Januari 2026. Sebelumnya, sempat terjadi keterlambatan pencairan dana, namun Pemprov Kaltim telah menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa dana akan segera disalurkan.