Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kebakaran Maut Panti Werdha Manado: 15 Korban Lansia Tak Teridentifikasi

2025-12-31 | 05:18 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T22:18:25Z
Ruang Iklan

Kebakaran Maut Panti Werdha Manado: 15 Korban Lansia Tak Teridentifikasi

Lima belas jasad korban kebakaran hebat di Panti Werdha Damai, Manado, Sulawesi Utara, tidak dapat dikenali, menyusul insiden tragis pada Minggu malam, 28 Desember 2025, yang menewaskan total 16 lansia penghuni panti. Kebakaran yang melanda panti jompo di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, sekitar pukul 20.00 WITA itu, telah memicu investigasi intensif dan sorotan tajam terhadap standar keselamatan fasilitas perawatan lansia di Indonesia. Api yang berkobar diduga bermula dari area dapur dan dengan cepat melahap bangunan, menjebak para penghuni yang mayoritas memiliki keterbatasan gerak.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sulawesi Utara bersama Inafis Ditreskrimum dan Bidlabfor diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses identifikasi. Kepala Bidang Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menjelaskan, kondisi jasad yang hangus terbakar menyebabkan identifikasi primer melalui sidik jari mustahil dilakukan untuk 15 korban. Oleh karena itu, tim forensik sangat berharap dapat melakukan identifikasi melalui data DNA dari keluarga korban yang akan dikumpulkan pada fase ante mortem. AKBP dr. Tasrif, Kepala Bidang Dokkes Polda Sulut, mengonfirmasi bahwa sampel DNA akan dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan karena keterbatasan fasilitas laboratorium di daerah. Keluarga korban diminta segera mendatangi Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado untuk memberikan data pendukung dan sampel pembanding.

Kobaran api, yang berhasil dipadamkan oleh tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemkot Manado sekitar pukul 21.30 WITA, menyisakan duka mendalam dan pertanyaan besar mengenai protokol keamanan panti. Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menyatakan bahwa penyelidikan penyebab pasti kebakaran masih terus berlangsung. Saksi mata, Steven Mokodompit, seorang warga sekitar, melaporkan bahwa api cepat membesar dari dapur dan dalam waktu lima menit sudah melingkari seluruh bangunan panti, disertai bunyi ledakan. Sebanyak 19 lansia berhasil diselamatkan, namun tiga di antaranya mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Manado dan RS Awaloey.

Tragedi ini menyoroti kembali kerentanan fasilitas perawatan lansia di Indonesia. Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, mengungkapkan bahwa pemerintah kota akan mengevaluasi fasilitas pencegahan kebakaran di panti werdha, mengingat penghuni memiliki mobilitas terbatas. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap standar keselamatan panti jompo di seluruh Indonesia, menekankan bahwa sistem keselamatan di fasilitas tersebut harus benar-benar berfungsi. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 mengatur upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia, namun insiden seperti ini mengindikasikan bahwa implementasi standar keamanan masih tertinggal. Dengan jumlah penduduk lansia yang terus meningkat, kebutuhan akan panti werdha yang aman dan layak menjadi semakin krusial, menuntut perhatian serius dari pemerintah dan pengelola untuk memastikan bahwa fasilitas tersebut bukan hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga jaminan keselamatan bagi para lansia.