:strip_icc()/kly-media-production/medias/5414898/original/086425600_1763354358-Menteri_Agama_Nasaruddin_Umar_seminar_internasional_di_Makassar.jpg)
Menteri Agama Nasaruddin Umar turun tangan menyikapi viralnya video pendakwah Mohammad Elham Yahya Luqman atau Gus Elham yang diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap anak perempuan. Menag Nasaruddin Umar berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini, bahkan menegaskan, "Besok saya akan ke sana. Yang viral-viral itu kita selesaikan." Pernyataan ini disampaikan oleh Nasaruddin di kampus UIN Alauddin Makassar pada Senin, 17 November 2025, menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap insiden tersebut.
Video yang menjadi viral di media sosial tersebut memperlihatkan Gus Elham mencium pipi, dan dalam beberapa kasus, bibir anak-anak kecil saat ia berdakwah. Aksi ini memicu gelombang kecaman publik dan perdebatan luas di kalangan warganet, dengan banyak yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama. Gus Elham, lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 8 Juli 2001, adalah putra dari KH Luqman Arifin Dhofir, pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 1 Kediri. Ia dikenal sebagai pendakwah muda dengan gaya yang ringan dan dekat dengan generasi muda, namun juga beberapa kali menghadapi kontroversi di dunia maya. Pada September 2023, ia mendirikan Majelis Taklim Ibadallah.
Menanggapi kontroversi tersebut, Gus Elham telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui perbuatannya sebagai kekhilafan dan kesalahan pribadi, serta berkomitmen untuk memperbaiki diri. Gus Elham menjelaskan bahwa video yang beredar adalah rekaman lama dan anak-anak yang terlibat berada dalam pengawasan orang tua mereka saat pengajian. Keluarga Gus Elham, melalui kakak kandungnya, Muhammad Agung Musa Al Maliki, juga menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bahwa mereka sudah sejak lama memberikan teguran serta nasihat kepada Gus Elham terkait perilakunya tersebut. Keluarga menyayangkan video-video lama itu baru menjadi viral ketika Gus Elham disebut sudah mulai berubah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya telah menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai moralitas harus menjadi musuh bersama. Ia menyatakan bahwa siapa pun harus menjauhi tindakan yang tidak dibenarkan secara moral dan agama. Terkait sanksi yang mungkin diberikan kepada Gus Elham, Menag belum memberikan jawaban pasti, namun akan mengkaji undang-undang yang dilanggar akibat perbuatannya.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii juga turut bersuara, menyatakan bahwa perilaku Gus Elham yang mencium anak-anak perempuan adalah tindakan yang "tidak pantas", terutama untuk seorang pemuka agama. Kementerian Agama (Kemenag) berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para pendakwah untuk mencegah tindakan serupa terulang, serta telah memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memberikan tanggapan. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Wahid menyayangkan tindakan Gus Elham, menyebutnya pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah. Sementara itu, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, Muhammad Cholil Nafis, mengingatkan pentingnya etika dakwah yang telah tertuang dalam aturan MUI dan mendorong masyarakat untuk berani menegur jika menemukan perilaku yang tidak patut.