Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Korlantas Siapkan Jurus Khusus Amankan Nataru dari Ancaman Cuaca Ekstrem

2025-11-30 | 21:12 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T14:12:12Z
Ruang Iklan

Korlantas Siapkan Jurus Khusus Amankan Nataru dari Ancaman Cuaca Ekstrem

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan skenario pengamanan yang komprehensif untuk menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dengan fokus khusus pada antisipasi cuaca ekstrem. Persiapan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas yang aman dan nyaman, serta menjamin keamanan masyarakat di seluruh Indonesia.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa Operasi Lilin 2025 akan berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu yang telah dimatangkan, termasuk melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI. Dalam persiapannya, Korlantas Polri berkolaborasi lintas sektor dengan instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan BPBD.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya peningkatan eskalasi cuaca ekstrem selama periode Nataru 2025-2026. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga setidaknya April 2025, dipicu oleh fenomena La Nina yang dapat menambah curah hujan sebesar 20-40 persen, serta dinamika atmosfer lainnya seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai wilayah Indonesia menjadi perhatian utama.

Menyikapi prediksi cuaca ekstrem ini, Korlantas Polri telah menyiapkan langkah-langkah kontingensi dan "cara bertindak" (SOP) jika terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, atau gelombang tinggi di pelabuhan. BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Polri juga akan melakukan modifikasi cuaca di titik-titik yang dikhawatirkan berdampak potensi bencana. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG. Perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, dan nelayan juga diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi akibat fenomena cold surge yang dapat membahayakan keselamatan aktivitas di laut.

Dalam upaya mengelola arus lalu lintas, Korlantas Polri telah memetakan potensi kepadatan dan menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one way dan contraflow, serta penempatan personel tambahan di titik rawan kemacetan dan kawasan wisata. Pemantauan terpusat akan dilakukan di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek. Korlantas memfokuskan pengamanan di jalan tol, jalur arteri di Jawa Barat-Jawa Tengah, serta titik penyeberangan seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Diperkirakan sekitar 2,9 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta selama periode Nataru. Operasi ini diawali dengan Operasi Zebra yang bertujuan untuk edukasi kedisiplinan berlalu lintas sebelum memasuki masa libur panjang.