:strip_icc()/kly-media-production/medias/5305904/original/006573500_1754369686-International_Indonesian_Pencak_Silat_Open_Championship_2025__3_.jpg)
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah gencar melakukan upaya komprehensif untuk membentengi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jeratan judi online sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan secara legal. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, baru-baru ini menyatakan akan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melatih para ASN agar mampu terjun ke pasar modal. Inisiatif ini merupakan salah satu strategi utama untuk menghindarkan ASN dari kegiatan ilegal dan memberikan alternatif sah untuk meningkatkan kesejahteraan finansial mereka.
Langkah ini diambil menyusul temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengindikasikan lebih dari seribu ASN dan non-ASN di lingkungan Pemprov Sumatera Utara diduga terlibat dalam aktivitas judi online. Data PPATK menunjukkan adanya transaksi mencurigakan terkait judi online di antara 1.037 ASN dan non-ASN. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bobby Nasution telah memberikan teguran ringan secara individu kepada para ASN yang terindikasi dan sedang menelusuri lebih lanjut detail transaksi mereka. Ia menegaskan akan ada sanksi yang lebih tegas, termasuk pemecatan, jika ASN masih kedapatan bermain judi online setelah teguran awal diberikan.
Gubernur Bobby Nasution berharap OJK dapat mengajak ASN untuk memasuki pasar modal, melatih mereka agar mahir berinvestasi, sebagai pengganti aktivitas judi online atau kegiatan ilegal lainnya. Menurutnya, pasar modal Sumatera Utara merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, bahkan pasar modal syariahnya telah dinobatkan lima kali sebagai yang terbaik secara nasional. Ia mengamati bahwa banyak masyarakat Sumatera Utara yang sudah terjun ke pasar modal namun belum sepenuhnya memahami ilmunya, sehingga sering menganggap kerugian sebagai "uang sekolah". Dengan komitmen OJK, diharapkan pengetahuan ASN dan masyarakat tentang pasar modal dapat meningkat.
Kepala OJK Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu Pemprov Sumatera Utara dalam meningkatkan literasi pasar modal bagi ASN. Ia berharap pertumbuhan pasar modal Sumatera Utara dapat terus meningkat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain upaya pencegahan judi online dan pembukaan peluang investasi, Gubernur Bobby Nasution juga sebelumnya telah memastikan bahwa gaji dan tunjangan ASN serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan tetap aman, meskipun terjadi pemangkasan dana transfer sebesar Rp1,1 triliun dari pemerintah pusat. Keamanan gaji ini bergantung pada maksimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Bobby juga mendorong ASN untuk lebih kreatif, inovatif, dan kompetitif, serta berkomitmen menerapkan manajemen talenta untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan berintegritas.