Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Siaga Cuaca Laut Desember-Februari: Cek Daftar Titik Rawan Gelombang Tinggi

2025-12-02 | 15:42 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T08:42:58Z
Ruang Iklan

Siaga Cuaca Laut Desember-Februari: Cek Daftar Titik Rawan Gelombang Tinggi

Peringatan dini terkait cuaca laut ekstrem di Indonesia terus dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode Desember 2025 hingga Februari 2026. Masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pelaku pelayaran, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi gelombang tinggi dan kemunculan siklon tropis yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer. Meskipun La Nina diprediksi dalam kategori lemah, anomali suhu muka laut yang lebih hangat di beberapa wilayah perairan dapat meningkatkan curah hujan. Selain itu, potensi terbentuknya bibit siklon tropis di perairan selatan Indonesia menjadi perhatian utama, dengan fenomena serupa Badai Seroja yang pernah melanda Nusa Tenggara Timur pada 2021 kemungkinan akan meningkat frekuensinya mulai November 2025 hingga Maret 2026, bahkan bisa berlanjut sampai April.

Senada, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, pada Senin, 1 Desember 2025, menegaskan adanya ancaman bibit siklon di perairan selatan Indonesia selama periode November 2025 hingga Februari 2026. Bibit siklon ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis yang dapat menyebabkan curah hujan tinggi, bencana hidrometeorologi, dan gelombang tinggi.

Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak:

Beberapa wilayah yang dinilai rawan terdampak cuaca ekstrem, termasuk curah hujan tinggi dan gelombang laut ekstrem, antara lain:
* Pesisir selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Maluku bagian selatan.
* Bengkulu, Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Tengah dan Papua Selatan.
* Sebagian besar provinsi di Pulau Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, hingga Kepulauan Bangka Belitung.
* Banten, Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, serta Bali dan NTT untuk curah hujan tinggi.
* Sebagian besar Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, serta beberapa daerah di Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Untuk periode pekan pertama Desember 2025, BMKG telah merilis peringatan dini gelombang tinggi di berbagai perairan. Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Selat Malaka bagian tengah, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian barat, dan Laut Natuna Utara. Sementara itu, gelombang lebih tinggi 2,5–4 meter berpotensi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Selat Malaka bagian utara, dan Samudra Hindia barat Aceh. Puncak hujan sangat tinggi diprediksi akan berlangsung mulai 28 Desember hingga 10 Januari, terutama di seluruh area Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, yang berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi.

Imbauan dan Kesiapsiagaan:

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah rawan. Masyarakat pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang pasang yang dapat memicu banjir rob, khususnya di pesisir Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat akibat fase perigee dan bulan purnama pada pertengahan Desember.

Bagi sektor maritim, UPP Kelas II Tual telah mengintensifkan kampanye keselamatan pelayaran menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Nakhoda diwajibkan memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG dan menunda keberangkatan kapal jika ditemukan cuaca buruk atau potensi gangguan keselamatan. Kementerian Perhubungan juga melakukan uji petik kelaiklautan kapal penumpang secara serentak di seluruh Indonesia untuk memastikan seluruh armada laut aman dan layak.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini dari BMKG melalui saluran resmi. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan drainase dan saluran air tidak tersumbat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko genangan dan banjir. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan baik dari sisi infrastruktur maupun edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.