:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434228/original/015605500_1764919547-Pramono_Pasukan_Putih.jpeg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memberikan mandat baru kepada Pasukan Putih untuk memperkuat penanganan kasus stroke di ibu kota, khususnya dalam rentang waktu krusial "golden period" 4,5 jam sejak gejala muncul. Pengumuman ini disampaikan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025.
Pasukan Putih, yang beranggotakan 584 personel dan sebelumnya berfokus pada pelayanan disabilitas dan lansia, kini diinstruksikan untuk membantu respons cepat terhadap serangan stroke di tingkat komunitas. Pramono Anung menekankan bahwa intervensi medis segera dalam 4,5 jam pertama sangat penting untuk meminimalkan kerusakan jaringan otak dan mencegah kecacatan permanen, mengingat stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan sekitar 350.000 kasus per tahun. Di Jakarta sendiri, angka kecacatan akibat stroke mencapai 21,4 persen, dengan 2,9 persen berujung pada kematian.
Penambahan tugas ini menjadi langkah strategis mengingat tantangan mobilitas di Jakarta, seperti kemacetan dan banjir, yang sering menghambat pasien mencapai rumah sakit tepat waktu dalam periode emas tersebut. Untuk mendukung mobilitas Pasukan Putih, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyediakan ambulans listrik.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program "Jakarta Siaga Stroke" yang dideklarasikan Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan setiap warga memiliki pengetahuan, akses, dan layanan yang memadai dalam menghadapi risiko stroke. Program ini tidak hanya menekankan kesiapan sistem kesehatan, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala awal stroke dan bertindak cepat.
Selain pengerahan Pasukan Putih, Pemprov DKI Jakarta juga meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (JakSIMPUS) yang terintegrasi, bertujuan memperkuat layanan kesehatan berbasis digital dan mengoptimalkan penanganan kasus stroke. Dinas Kesehatan DKI Jakarta bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) untuk memperkuat sistem rujukan dan standar penanganan stroke. Saat ini, Jakarta telah menyiapkan 75 Rumah Sakit Siaga Stroke (HRS), di mana 26 di antaranya mampu melakukan tindakan trombolisis dan trombektomi selama 7x24 jam, yaitu prosedur vital untuk melarutkan atau mengangkat bekuan darah di otak. Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengapresiasi program "Jakarta Siaga Stroke" dan berharap dapat menurunkan angka kejadian, kecacatan, serta kematian akibat stroke, menjadikannya percontohan bagi daerah lain di Indonesia.